Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Menguat di Tengah Optimisme Likuiditas, Insentif BI Bikin Pasar Bergairah

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 17:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Menguat di Tengah Optimisme Likuiditas, Insentif BI Bikin Pasar Bergairah Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak
Ket. Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring meningkatnya sentimen positif pasar terhadap kebijakan insentif Bank Indonesia (BI) kepada perbankan.

Kebijakan tersebut dipandang mampu memperkuat likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, sehingga meningkatkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik.

Dukungan moneter ini juga memperbaiki persepsi risiko di pasar keuangan, membuat investor lebih agresif masuk ke aset berisiko, termasuk saham-saham perbankan dan sektor konsumsi.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/10) sore, ditutup menguat 73,59 poin atau 0,91 persen ke posisi 8.166,22, seiring adanya sentimen positif upaya Bank Indonesia (BI) akan memberikan insentif kepada perbankan yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 14,11 poin atau 1,72 persen ke posisi 836,72.

“IHSG dibuka menguat dan sempat melemah, namun kemudian berbalik arah di teritori positif yang antara lain ditopang oleh penguatan saham perbankan besar dan pertambangan,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Ratna mengatakan sentimen positif berasal dari upaya BI yang akan memberikan insentif berupa penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat mulai 1 Desember 2025.

Insentif yang didasarkan suku bunga kredit/pembiayaan (interest rate channel) tersebut yakni paling tinggi sebesar 0,5 persen dari DPK.

Secara rinci, bank yang memiliki elastisitas suku bunga kredit baru kurang dari 0,3, tidak bisa mendapatkan insentif. Sebaliknya, bank dengan elastisitas suku bunga kredit baru di kisaran 0,3 hingga lebih dari 0,6, maka akan diberikan insentif.

Untuk elastisitas bunga kredit baru antara 0,3-0,6, insentif yang diberikan sebesar 40 basis poin (bps) atau 0,4 persen dari DPK. Sementara, elastisitas bunga lebih dari 0,6, insentif sebesar 50 bps atau 0,5 persen dari DPK.

Selain itu, sentimen positif juga berasal dari ekspektasi mulai memulihnya ekonomi domestik pada kuartal IV-2025, serta indikasi harga komoditas emas yang rebound.

Dari mancanegara, sentimen positif berasal dari ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan disampaikan Kamis (30/10) dini hari waktu Indonesia.

Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 3,75-4 persen, yang mana akan menjadi level terendah sejak Desember 2022.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.