Alcaraz Tersingkir di Laga Pembuka Paris Masters, Kalah Mengejutkan dari Norrie

Rabu, 29 Okt 2025, 06:58 WIB

PARIS, PRANCIS - Petenis peringkat satu dunia, Carlos Alcaraz, tersingkir secara mengejutkan di babak pertama Paris Masters, Rabu (29/10) dini hari WIB, setelah kalah 4-6, 6-3, 6-4 dari petenis Inggris peringkat ke-31 dunia, Cameron Norrie.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Alcaraz yang belum pernah menjuarai turnamen Masters 1000 di Paris dalam lima kali keikutsertaannya. Lebih dari itu, posisinya di puncak peringkat dunia kini terancam digeser oleh rival terdekatnya, Jannik Sinner, jika petenis Italia itu mampu menjuarai turnamen ini.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz. — Sumber: AFP

Alcaraz, yang baru kembali berkompetisi setelah tiga pekan absen karena cedera pergelangan kaki, sempat tampil menjanjikan di set pertama. Ia memperlihatkan kombinasi khasnya antara kekuatan, kecepatan, dan kreativitas permainan yang memukau penonton di La Défense Arena.

Namun performanya menurun drastis di pertengahan pertandingan, pola yang mengingatkan pada perjuangannya di Prancis Open awal tahun ini. Kali ini, Alcaraz gagal memulihkan diri dan harus membayar mahal kelengahan tersebut.

“Saya sangat kecewa dengan permainan saya hari ini,” ujar Alcaraz seusai laga. “Saya sebenarnya sudah punya rencana yang jelas, tahu apa yang harus dilakukan, tapi bahkan di set pertama yang saya menangkan, saya merasa bisa bermain jauh lebih baik. Saya harus memberi kredit kepada Cam, dia tampil solid dan pantas menang.”

Norrie, yang tampil penuh percaya diri di hadapan 17.500 penonton, memanfaatkan kesalahan Alcaraz dengan efektif. Ia mematahkan servis lawannya di momen-momen krusial, masing-masing satu kali di set kedua dan ketiga, untuk membalikkan keadaan.

Petenis berusia 30 tahun itu menyebut kemenangan ini sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya. “Mungkin ini kemenangan nomor satu saya sepanjang karier,” kata Norrie. “Saya sudah bekerja sangat keras sepanjang tahun, jadi kemenangan seperti ini terasa benar-benar sepadan.”

Alcaraz sempat berdiskusi panjang dengan pelatihnya, Juan Carlos Ferrero, di sela jeda sebelum set penentuan. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Servis pertamanya sering gagal, dan pukulan backhand-nya kerap melebar.

Ia sempat menyelamatkan dua break point berturut-turut, tetapi pada kesempatan ketiga Norrie berhasil mematahkan servisnya di posisi 3-3 dan menjaga keunggulan hingga akhir.

Meski Alcaraz sempat memaksa Norrie melakukan servis untuk menutup laga, keberuntungan tak berpihak padanya. Pukulan groundstroke Norrie sempat membentur net dua kali sebelum jatuh di sisi lapangan sendiri, membuat match point pertama gagal. Namun Norrie tetap tenang dan menuntaskan perlawanan di peluang kedua.

Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Norrie atas Alcaraz sepanjang karier mereka, sekaligus mengirim pesan kuat bahwa sang petenis Inggris belum habis dan masih mampu menumbangkan pemain terbaik dunia di ajang besar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.