KemenPPPA Dorong Ekonomi Perempuan demi Tekan Kekerasan
Selasa, 28 Okt 2025, 18:00 WIBJAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat ada lima faktor utama penyebab kasus kekerasan perempuan dan anak meningkat. Salah satu faktor terbesar yang menjadi perhatian pemerintah adalah kondisi ekonomi keluarga.
âFaktor ekonomi ini dampaknya ke mana-mana ke kesehatan, ke pendidikan, hingga kesejahteraan keluarga. Karena itu, kami bersama mitra akan memperkuat jejaring pemberdayaan ekonomi perempuan,â kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (28/10).
Menurut Arifah, pemerintah akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti pelaku UMKM serta lembaga pemberdayaan perempuan di berbagai daerah. Upaya ini diharapkan dapat menekan kerentanan sosial yang berujung pada kekerasan.
âSelain faktor ekonomi, kami menyoroti lemahnya pola asuh dalam keluarga sebagai penyebab kedua yang signifikan. Banyak orang tua, kini kesulitan memberikan bimbingan dan pengasuhan yang tepat kepada anak karena pengaruh penggunaan gawai atau gadget,â ucap Arifah.
Deputi Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Desy Andriani, menegaskan pentingnya penguatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dari hulu. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri PPPA yang menekankan perlunya strategi lebih preventif.
âKalau tadi Bu Menteri mengatakan bahwa kita setahun ini seperti pemadam kebakaran. Maka strategi berikutnya adalah memperkuat pencegahan dari hulu,â ujar Desy.
Menurut Desy, pendekatan hulu ini penting mengingat perempuan korban kekerasan maupun penipuan daring tidak selalu berasal dari kelompok ekonomi lemah. Banyak di antara mereka justru memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang baik, namun tetap rentan menjadi korban.
âKami melihat kerentanan perempuan tidak selalu karena kondisi ekonomi. Ada juga mereka yang berpendidikan tinggi, bahkan penyintas, yang tetap membutuhkan penguatan psikologis agar tidak bias dalam mengambil langkah berikutnya,â pungkas dia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Belajar dari Industrialisasi Pertahanan Iran: Model Kemandirian Terpaksa
-
Kemlu RI Serukan Investigasi Penuh Kapal Terbakar Berawak WNI di Selat Hormuz
-
Call Center 133 Dibuat Jasa Marga untuk Bantu Pengguna Jalan yang Alami Darurat
-
Maskapai Asia-Pasifik Hentikan Penerbangan ke Timur Tengah
-
Rafflesia Arnoldii Mekar di Liku Sembilan Bengkulu Tengah, Tarik Perhatian Pengunjung
-
PT KAI Divre I Sumut Pastikan Angkutan Barang Tetap Beroperasi Selama Lebaran
-
Pakistan Diberi Ijin Iran Melintas di Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.