- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Tolak Mencalonkan Di...
Trump Tolak Mencalonkan Diri sebagai Wapres dalam Pemilu AS 2028
Senin, 27 Okt 2025, 19:46 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan ia menolak ggaasan pencalonan diri sebagai wakil presiden dalam pemilihan presiden AS tahun 2028.
"Saya diizinkan melakukan itu," kata Trump kepada wartawan dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Senin (27/10) saat ia melakukan perjalanan ke Jepang.
Namun, ia menambahkan: "Saya akan mengesampingkan hal itu karena terlalu imut. Saya rasa orang-orang tidak akan menyukainya. Terlalu imut. Itu tidak pantas."
Dari Newsweek, beberapa pendukung Trump telah mendesak presiden untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga pada tahun 2028, meskipun konstitusional membatasi masa jabatan hanya dua periode.
Amandemen ke-22, yang menjadi bagian dari Konstitusi pada tahun 1951, menyatakan: "Tidak seorang pun boleh dipilih menjadi Presiden lebih dari dua kali, dan tidak seorang pun yang telah menjabat sebagai Presiden, atau bertindak sebagai Presiden, selama lebih dari dua tahun dari masa jabatan di mana orang lain terpilih sebagai Presiden, boleh dipilih menjadi Presiden lebih dari satu kali."
Amandemen ke-12 juga menyatakan bahwa "tidak seorang pun yang secara konstitusional tidak memenuhi syarat untuk menduduki jabatan presiden akan memenuhi syarat untuk menduduki jabatan wakil presiden Amerika Serikat."
Trump hanya bisa mempertahankan kekuasaan untuk masa jabatan ketiga jika ia berhasil meyakinkan Kongres untuk mengamandemen Konstitusi. Langkah tersebut membutuhkan mayoritas super atau dua pertiga suara di DPR dan Senat, sebuah pencapaian politik yang sulit. Bagaimanapun, amandemen tersebut harus diratifikasi oleh tiga perempat negara bagian AS.
Minggu lalu, mantan ajudan Trump, Steve Bannon, mengatakan bahwa "ada rencana" bagi Trump untuk kembali menjabat di Gedung Putih setelah pemilihan presiden berikutnya.Â
"Dia akan mendapatkan masa jabatan ketiga. Trump akan menjadi presiden pada tahun 2028 dan masyarakat seharusnya menerima hal itu," kata Bannon kepada The Economist .
Ketika ditanya tentang hambatan Amandemen ke-22 Konstitusi, Bannon bercanda bahwa ada "banyak alternatif berbeda" untuk mempertahankan Trump sebagai presiden.
Trump sendiri telah berulang kali menyinggung kemungkinan masa jabatan ketiga. Baru-baru ini, ia mengunggah video buatan AI di Truth Social yang mengejek para politisi Demokrat yang khawatir tentang desakan untuk menghapus batasan masa jabatan presiden. Video yang diunggah pada 19 Oktober itu menampilkan sampul majalah Time tiruan dengan slogan-slogan seperti "Trump 2028", "Trump 2032", dan diakhiri dengan "Trump 4EVA".
Video ini diunggah satu hari setelah tujuh juta orang ikut serta dalam protes "No Kings" yang menentang kepresidenannya di seluruh AS.
Pada bulan April, Trump Storeâtoko ritel resmi presidenâmulai menjual topi dan kaus bertuliskan "Trump 2028." Di bawah slogan utama, kaus merah MAGA tersebut memiliki pesan tambahan yang berbunyi, di antara tanda kurung, "Tulis Ulang Aturan."
Bannon mengatakan kepada The Economist dalam sebuah wawancara video yang dirilis bulan ini: "Trump akan menjadi presiden pada tahun 2028."
Trump berkata November lalu: "Saya rasa saya tidak akan mencalonkan diri lagi kecuali Anda mengatakan, 'Dia sangat hebat sehingga kita harus mencari cara lain.'"
Anggota DPR Dan Goldman (D-NY) mengatakan kepada Bloomberg TV November lalu: "Cara dia [Trump] beroperasi adalah dengan menerbangkan balon uji coba yang sering dia klaim sebagai lelucon, tetapi dia sangat serius. Dan dia telah berbicara tentang kemungkinan untuk tetap menjabat setelah masa jabatan berikutnya selama bertahun-tahun."
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Sekalipun Trump menemukan cara untuk menghindari larangan konstitusional untuk mencalonkan diri lagiâyang belum ia klarifikasi apakah ia berniat melakukannya atau tidakâmasih ada pula masalah usia Trump. Di akhir masa jabatan keduanya, Trump, yang kini berusia 79 tahun, akan menjadi presiden tertua dalam sejarah.
Usia terbukti menjadi isu krusial menjelang pemilihan presiden 2024, yang melemahkan upaya Joe Biden untuk terpilih kembali karena pesaing politik dan banyak pemilih menyatakan kekhawatiran atas kesehatan dan kebugarannya untuk jabatan tersebut.
- Donald Trump
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Dari Turki, Trump Ganti Pesawat untuk Perjalanan Pulang ke AS
-
Indonesia Terima Repllika Prasasti Nalanda dari Pemerintah India
-
Kapal Patroli KPLP KN. Damaru Kawal KMP Mutiara Persada III Hingga Tiba dengan Aman di Pelabuhan Panjang
-
Polda Jambi Turun Tangan, Penimbun Pangan Siap Ditindak, Harga Dijaga Stabil
-
Dirut KAI: Masalah Utang Kereta Cepat Whoosh Sudah Beres, Skema Pembayaran Dirumuskan Pemerintah
-
Trump Dievakuasi Saat Terjadi Penembakan di Acara Jamuan Makan Malam
-
Australia Gelontorkan Dana Awal 2,8 Miliar Dollar AS untuk Galangan Kapal Selam Nuklir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.