PM Tiongkok Li Qiang Lakukan Kunjungan Resmi ke Singapura

Senin, 27 Okt 2025, 01:00 WIB

Singapura - Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Qiang tiba di Singapura pada Sabtu (25/10), untuk melakukan kunjungan resmi atas undangan PM Singapura Lawrence Wong.

Seperti dkutip dari Antara, PM Li menyampaikan bahwa hubungan bilateral Tiongkok–Singapura terus mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir di bawah panduan strategis Presiden Tiongkok Xi Jinping dan para pemimpin Singapura. Ia menekankan, kemitraan menyeluruh berkualitas tinggi dan berorientasi masa depan antara kedua negara telah memperdalam kerja sama di berbagai bidang, menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memberikan kontribusi positif terhadap perdamaian dan pembangunan kawasan.

Ket. Foto: Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Qiang — Sumber: istimewa

Sejak menjalin hubungan diplomatik 35 tahun lalu, kedua negara dinilai berhasil mempertahankan momentum pembangunan yang baik dengan meningkatnya kepercayaan politik, kerja sama praktis yang saling menguntungkan, serta pertukaran antarmasyarakat yang semakin erat. Hubungan tersebut kini menjadi model kemitraan yang konstruktif di antara negara-negara kawasan.

Tiongkok menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat penyelarasan strategi pembangunan dengan Singapura, memperluas kerja sama saling menguntungkan, serta berkontribusi lebih besar dalam menegakkan multilateralisme dan mendorong pertumbuhan inklusif di kawasan Asia.

Kedatangan PM Li disambut oleh Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo dan Duta Besar Tiongkok untuk Singapura Cao Zhongming di bandara.

Kenaikan PMA

Data terbaru, sebanyak 48.921 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) baru berdiri di Tiongkok sepanjang tiga kuartal pertama 2025, meningkat 16,2 persen secara tahunan (year on year/yoy). Data tersebut dirilis oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Sabtu (25/10).

Dalam periode yang sama, realisasi aliran masuk investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) tercatat mencapai 573,75 miliar yuan atau sekitar Rp1.337,9 triliun, turun 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, FDI pada September saja mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,2 persen (yoy).

Dari sisi sektor, industri manufaktur menerima realisasi FDI senilai 150,09 miliar yuan, sementara sektor jasa menarik investasi sebesar 410,93 miliar yuan. Secara geografis, investasi dari Jepang, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Swiss masing-masing tumbuh 55,5 persen, 48,7 persen, 21,1 persen, dan 19,7 persen secara tahunan.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menilai tren tersebut menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Tiongkok yang tetap kuat, meski menghadapi tekanan eksternal dan perlambatan ekonomi global.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.