Khofifah Dorong Inklusi Keuangan: Perluasan Akses Jadi Kunci Terwujudnya Kesejahteraan Berkelanjutan

Senin, 27 Okt 2025, 16:35 WIB

SURABAYA – Perluasan inklusi keuangan sangat penting karena memberikan akses ke layanan keuangan formal kepada masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau, sehingga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan peningkatan kesejahteraan sosial secara keseluruhan.

Ketika lebih banyak individu dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengakses layanan keuangan seperti kredit, tabungan, dan asuransi, mereka dapat berinvestasi, meningkatkan produksi, dan menciptakan lapangan kerja.

Ket. Foto: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri gelaran Puncak Bulan Inklusi Keuangan dan FinExpo 2025 bersama OJK di Atrium Tunjungan Plaza Surabaya, Surabaya, Jumat (24/10/2025). — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov Jatim

Inklusi keuangan mendorong kebiasaan menabung. Individu dan UMKM yang memiliki akses ke layanan tabungan dapat mengumpulkan modal untuk investasi di masa depan, yang pada akhirnya meningkatkan stabilitas finansial dan pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyatakan perluasan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkelanjutan melalui akses keuangan yang mudah dan aman.

“Perluasan inklusi keuangan merupakan kunci bagi terwujudnya kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/10).

Khofifah menuturkan melalui pemerataan akses keuangan maka masyarakat di perkotaan maupun pedesaan dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan usaha.

Bahkan, lanjutnya, masyarakat di berbagai daerah akan mampu memperluas lapangan kerja yang pada akhirnya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

“Pembangunan ekonomi yang kokoh harus diiringi perluasan akses keuangan yang inklusif dan berkeadilan. Pertumbuhan yang tinggi baru bermakna jika manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Data nasional tahun 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan telah mencapai 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.

Menurutnya, capaian ini menggambarkan peningkatan signifikan partisipasi masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan formal secara aktif dan bertanggung jawab.

Meski capaian inklusi keuangan di Jawa Timur relatif tinggi, Khofifah menilai literasi keuangan tetap perlu ditingkatkan melalui beragam kegiatan edukasi dan sosialisasi ,termasuk dengan diselenggarakannya Financial Expo (FinExpo) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Surabaya.

Ia menekankan pentingnya proses edukasi dan diseminasi informasi yang lebih luas agar masyarakat memahami manfaat, risiko, serta tata cara penggunaan layanan keuangan secara bijak.

“Puncak keuangan inklusi mudah-mudahan akan menjadi bagian dari penguat dan penangguh dari seluruh kekuatan yang ada di wilayah Jawa Timur dan tentu ke banyak institusi di negeri ini,” jelasnya.

Pemprov Jatim, kata dia, terus berkolaborasi dengan OJK serta pelaku jasa keuangan untuk mempercepat transformasi digital layanan keuangan.

Digitalisasi perbankan, sistem pembayaran nontunai, hingga aplikasi pencatatan usaha menjadi strategi nyata untuk memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap keuangan digital.

“Sinergi ini bukan hanya memperkuat fondasi ekonomi daerah, tetapi juga membuktikan bahwa inklusi keuangan dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” katanya.

Dengan dukungan dan sinergi antara OJK, lembaga jasa keuangan, dan pemerintah daerah, Khofifah pun optimistis Jawa Timur dapat menjadi salah satu pusat literasi dan inklusi keuangan nasional.

“Kita ingin pastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang tertinggal, no one left behind, dari kesempatan untuk tumbuh, berusaha, dan sejahtera melalui akses keuangan yang sehat dan bertanggung jawab,” katanya.

  • Inklusi Keuangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.