Menko Zulhas Tegaskan Kuota Pupuk Nasional Masih Aman dan Berlebih

Minggu, 26 Okt 2025, 02:45 WIB

Kediri - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa kuota pupuk subsidi saat ini masih berlebih, sehingga mempersilakan petani yang ingin mengajukan tambahan pupuk.

Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh memperhatikan sektor pertanian. Salah satunya dengan meningkatkan kuota pupuk bersubsidi dari sebelumnya sekitar 4 juta ton menjadi 9,5 juta ton pupuk pada 2025.

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (25/10). — Sumber: Antara

"Dulu jatahnya 4 juta ton setahun, sekarang 9,5 juta ton, namun ini tetap harus dikontrol jangan sampai yang tidak punya sawah mengambil pupuk. Itu namanya makelar, tidak boleh," katanya saat di Jombang, Sabtu (25/10) malam.

Ia mengatakan saat ini realisasi penyerapan juga masih belum 100 persen. Di gudang untuk Jatim jatah pupuk adalah 2 juta ton, dan baru tertebus 1,5 juta ton pupuk bersubsidi.

Sedangkan di tingkat nasional disiapkan 9,5 juta ton pupuk bersubsidi dan baru terealisasi 6,3 juta ton ton, sehingga masih ada 3,2 juta yang belum ditebus.

"Kita stok masih sangat cukup. Kalau ada yang kurang lapor saja, tapi tidak boleh makelar, tengkulak," kata Zulhas, sapaan akrabnya.

Ia pun menambahkan segera koordinasi dengan Gubernur Jatim terkait dengan masalah pupuk bersubsidi, sebab stok juga masih tersisa untuk Jatim.

Dirinya juga telah melakukan dialog langsung dengan petani. Hasil dialog diketahui bahwa petani masih berharap ada tambahan untuk pupuk. Jatah yang mereka terima dinilai masih kurang.

"Di gudang banyak pupuknya, tidak pernah habis. Dimana itu salahnya. Pupuk banyak, stok penuh tapi tiap musim tanam tidak habis. Nanti akan dicek lagi, saya juga koordinasi dengan Bu Khofifah (Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa)," kata dia.

Ia juga menyebut, pemerintah saat ini telah memutuskan untuk menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.

Untuk harga pupuk Urea harganya Rp1.800 per kilogram atau Rp90 ribu per 50 kilogram, turun 20 persen dari harga sebelumnya yaitu Rp112.500 per sak atau Rp2.250 per kg.

Untuk NPK Phonska harganya saat ini adalah Rp1.840 per kilogram atau Rp92 ribu per 50 kilogram. Pupuk NPK Kakao harganya Rp2.640 per kilogram, atau Rp132 ribu per 50 kilogram.

Pupuk ZA harganya Rp1.360 per kilogram atau Rp68 ribu per 50 kilogram. Dan pupuk organik Petroganik adalah Rp640 per kilogram atau Rp25.600 per 40 kilogram.

Sementara itu, salah seorang petani asal Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang Koirul berterimakasih kepada pemerintah karena memperhatikan petani. Harga gabah saat ini naik Rp6.500 per kilogram, pupuk bersubsidi juga harganya turun.

Namun, ia berharap jatah pupuk diberikan tambahan. Jatah yang diberikan dinilai masih kurang.

"Kami berterimakasih kepada Bapak Prabowo karena harga pupuk turun, harga gabah naik. Namun, untuk pupuk mohon kalau bisa jatahnya ditambah," kata Koirul.

Petani lainnya, Karlan juga berharap jatah pupuk bisa ditambah. Setidaknya dari lahan miliknya 400 ru bisa dapat jatah pupuk antara 5-6 karung.

"Kalau jatahnya empat karung, biasanya kurang jadi harus beli lagi yang nonsubsidi. Harapannya bisa ditambah untuk pupuknya dan yang nonsubsidi harganya bisa turun juga," kata Karlan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.