Kementerian PU Kembangkan Fungsi Sabo Dam Menayu di Magelang Sebagai Sumber Irigasi

Minggu, 26 Okt 2025, 22:00 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan fungsi Sabo Dam Menayu di Sungai Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai infrastruktur Sumber Daya Air guna mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Selain berfungsi mengendalikan elevasi dasar sungai dan mengelola sedimen vulkanik Gunung Merapi, Sabo Dam Menayu juga dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian masyarakat sekitar.

Pemanfaatan sabo dam menjadi bagian dari strategi Kementerian PU dalam memperkuat ketahanan air dan pangan, khususnya di daerah rawan bencana. Konstruksi sabo dam didesain dapat mengalirkan air ke lahan-lahan pertanian di wilayah hilir secara lebih teratur dan efisien.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan fungsi Sabo Dam Menayu di Sungai Pabelan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai infrastruktur Sumber Daya Air guna mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan nasional — Sumber: istimewa

Sabo dam bukan sekadar bangunan pengendali sedimen, tetapi juga sumber kehidupan bagi para petani. “Dengan sistem irigasi yang lebih terjamin, kita membantu petani meningkatkan hasil panen, menjaga ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan ekonomi desa.” lanjut Menteri PU Dody Hanggodo, Minggu (26/10).

Pemanfaatan infrastruktur ini juga sebagai upaya pelaksanaan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. “Asta Cita menekankan pentingnya kemandirian pangan dan pembangunan yang berpihak pada rakyat. Melalui infrastruktur yang telah dibangun Kementerian PU, kami ingin memastikan air tersedia, sawah tetap produktif, dan petani bisa hidup lebih sejahtera,” ujar Menteri Dody. 

Sabo Dam Menayu dibangun mulai 2022 lalu dengan biaya APBN sekitar Rp19,9 miliar dengan fungsi utama untuk menahan sedimen vulkanik dari Gunung Merapi. Pengembangan sabo dam sebagai infrastruktur irigasi telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya Kecamatan Muntilan. 

Sistem irigasi yang dihasilkan mampu mengairi 40 hektare lahan pertanian di Desa Adikarto dan Progowati, serta mendukung sistem irigasi Sabo Dam Sokorini seluas 33 hektar, dan irigasi Tanjung seluas 2 hektar. 

Secara teknis, Sabo Dam Menayu memiliki lebar 60 meter dan tinggi 11 meter, dengan konstruksi yang kokoh namun terintegrasi dengan irigasi pertanian masyarakat..

Hingga kini, Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak telah membangun 277 unit sabo dam di wilayah hulu Gunung Merapi yang tersebar di 15 sungai utama. Berdasarkan masterplan pengendalian lahar dan sedimen tahun 2017, masih dibutuhkan tambahan sekitar 90 unit sabo dam baru untuk memperkuat sistem pengendalian dan meningkatkan manfaatnya bagi irigasi pertanian.

Kementerian PU akan terus melanjutkan pembangunan dan revitalisasi sabo dam di wilayah rawan bencana sebagai bagian dari upaya strategis pengelolaan sumber daya air terpadu. Langkah ini diharapkan dapat memastikan pasokan air yang berkelanjutan, meningkatkan indeks pertanaman, serta memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia yang maju.

Selain berfungsi mengendalikan material vulkanik Gunung Merapi dan irigasi pertanian, Sabo Dam Menayu juga berperan sebagai jembatan penghubung dua desa dan membuka peluang pengembangan wisata air yang mendorong ekonomi masyarakat sekitar.

“Sabo Dam Menayu sangat bermanfaat sebagai akses transportasi masyarakat, terutama dari aspek wisata karena ada lokasi kuliner dan tempat bermain. Sabo dam ini juga sangat mendukung irigasi bagi desa-desa di sekitarnya," kata Kepala Desa Menayu Arwanto. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.