Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cara Unik Petani Agam untuk Menghalau Binatang Pengganggu dari Kebun

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Cara Unik Petani Agam untuk Menghalau Binatang Pengganggu dari Kebun Doc: Antara

Lubuk Basung - Sejumlah petani Koto Tinggi Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menggunakan spanduk bergambar harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) di kebun mereka untuk menghalau  monyet ekor panjang dan beruk yang mengganggu tanaman mereka.

"Saya memasang dua spanduk bergambar harimau sumatera berukuran 1x1,5 meter persegi," kata salah seorang warga Koto Tinggi Yenedi di Lubuk Basung, Minggu.

Ia mengatakan dua spanduk dipasang di lokasi lahan perkebunan jahe, pisang dan lainnya.

Spanduk itu untuk mengantisipasi tanaman dimakan atau dirusak oleh hama tanaman berupa monyet ekor panjang dan beruk di lahan seluas sekitar empat hektare.

"Tanaman saya banyak diganggu oleh hama tanaman dan berharap ini bisa mencegah gangguan hama tanaman, sehingga hasil bakal melimpah nantinya," katanya.

Ia mengakui cara menghalau pengganggu kebun itu diperoleh dari petani di Pasia Pangerean, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Dimana petani di daerah tersebut memakai spanduk untuk mencegah gangguan hama tanaman dan tanaman mereka terlindungi dari hama tersebut.

Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ade Putra mengatakan sebagian masyarakat di Koto Tinggi, Nagari Ampek Koto Palembayan, Agam secara manduru mencetak spanduk bergambar harimau sumatera yang dipasang di kebunnya.

"Dari informasi masyarakat bahwa dengan adanya spanduk tersebut monyet ekor panjang dan beruk tidak mau turun dari pohon untuk memakan hasil perkebunan mereka," katanya.

Ini merupakan suatu inovasi atau temuan baru dilakukan masyarakat setempat. Ini bisa dikembangkan dan diuji lagi kebenarannya, sehingga tanaman masyarakat tidak lagi diganggu oleh pengganggu tanaman terutama beruk dan monyet..

Sebelumnya, BKSDA Sumbar melakukan penanganan konflik harimau sumatera dengan manusia di Koto Tinggi, Nagari Ampek Koto Palembayan, Kecamatan Palembayan semenjak Selasa (7/10).

Penanganan konflik tersebut menurunkan petugas BKSDA Sumbar beserta Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin dan Mahasiswa Kehutanan Universitas Riau.

Petugas bersama tim melakukan pemantauan satwa menggunakan drone termal, kamera treap atau jebak, patroli dan lainnya.

"Penanganan konflik masih berlanjut sampai Minggu (26/10). Saat melakukan patroli, ditemukan petani yang akan memasang spanduk bergambar harimau di kebunnya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.