- Home
-
- Megapolitan
-
- Soal Mikroplastik di Air H...
Soal Mikroplastik di Air Hujan, Dinkes DKI Minta Warga Tetap Tenang
Sabtu, 25 Okt 2025, 09:45 WIBJAKARTA - Temuan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tentang kandungan mikroplastik dalam air hujan yang turun di wilayah Jakarta membuat warga khawatir. Â
Melihat hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan warga agar tidak perlu khawatir berlebihan terhadap temuan mikroplastik dalam air hujan.
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan P2P Dinkes DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono menjelaskan, paparan mikroplastik tidak langsung membuat seseorang jatuh sakit. Sebab, katanya, tubuh manusia memiliki sistem kekebalan alami yang mampu melindungi diri dari paparan partikel tersebut.
âKalau kita kehujanan dan air hujan mengandung mikroplastik mengenai tubuh, itu tidak langsung membuat sakit. Tubuh kita punya mekanisme pertahanan alami,â ujarnya, dalam media briefing terkait isu mikroplastik dan fenomena cuaca ekstrem, Jumat (24/10), yang dilaporkan media Pemprov DKI.
Rahmat menuturkan, mikroplastik yang masuk ke tubuh umumnya akan dikeluarkan kembali secara alami, baik melalui saluran pencernaan maupun pernapasan.
âKalau masuk lewat pencernaan misalnya air hujan yang terminum tubuh akan mengeluarkannya kembali dengan bantuan serat makanan. Begitu juga kalau masuk lewat saluran pernapasan, kita punya refleks batuk dan bersin untuk mengeluarkan benda asing,â jelasnya.
Meski demikian, Rahmat mengingatkan bahwa mikroplastik dapat menjadi faktor risiko tambahan bagi penyakit serius seperti jantung dan stroke, terutama bagi penderita hipertensi atau diabetes melitus (DM).
âMikroplastik ini bukan penyebab utama, tapi bisa memperburuk risiko penyakit yang sudah ada. Karena itu, yang lebih penting adalah mengendalikan DM dan hipertensi,â ujarnya.
Rahmat juga menekankan pentingnya melindungi diri dari polusi udara, khususnya pada musim kemarau ketika kadar polutan meningkat.
Ia menyarankan warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memantau kondisi udara melalui situs udara.jakarta.go.id.
âKalau kadar PM 2,5 sedang tinggi, sebaiknya gunakan masker,â imbaunya.
Selain itu, Rahmat meminta warga untuk rutin menjaga kebersihan rumah. Debu di dalam ruangan, sambung dia, menjadi salah satu sumber utama paparan mikroplastik.
âPenelitian menunjukkan paparan mikroplastik paling banyak justru dari debu di dalam rumah. Jadi, kebersihan rumah sangat penting,â tandasnya.
- Hujan mikroplastik
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.