Peringkat Janice Tjen Makin Melesat
Kamis, 23 Okt 2025, 00:32 WIBJAKARTA â Rapor petenis putri Indonesia, Janice Tjen, makain moncer. Kini dia menduduki peringkat 80 dunia. Posisi ini diperoleh berkat keberhasilannya meraih gelar Jinan Open, Tiongkok pekan lalu. Sukses menempati podium tertinggi dalam ajang WTA 125 tersebut membuat peringkat Janice melesat 18 strip.
Dia memiliki catatan menang/kalah 72/14, demikian WTA, Rabu. Gelar di Jinan juga membuat Janice kembali mencatatkan sejarah dengan menjadi petenis ketiga Indonesia setelah Angelique Widjaja dan Yayuk Basuki yang mampu menjadi juara dalam turnamen WTA. Janice pertama kali menginjakkan kaki di Top 100 dunia setelah mengikuti ajang WTA 125 Suzhou di China pada awal bulan ini dengan menempati tempat di peringkat ke-99.
Di Suzhou, ia yang berpasangan dengan Aldila Sutjiadi berhasil meraih gelar yang membuat peringkatnya di sektor ganda meningkat. Janice tiba di Suzhou setelah kandas pada babak pertama WTA 1000 China. Meski begitu, ia berhasil melompat satu anak tangga dengan menduduki peringkat ke-102 dunia lewat kemenangan babak kualifikasi.
Sebelum tur Asia, Janice menjalani debut WTA di Sao Paulo, Brasil. Pada ajang berlevel WTA 250 itu, ia menjadi runner up yang membuat peringkatnya melesat ke-103 dunia dari peringkat 130 dunia setelah penampilan perdananya dalam turnamen major US Open. Dalam debutnya di Grand Slam, Janice tampil gemilang dengan kemenangan babak pertama atas Veronika Kudermetova setelah tidak pernah kalah set pada tiga pertandingan babak kualifikasi.
Ia juga mencatatkan sejarah dengan mengakhiri penantian panjang Indonesia akan kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam, setelah terakhir kali diwakili oleh Angelique Widjaja pada US Open 2004. Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi US Open, Janice telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya. Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat, dari 371 ke 149.
Road to Olympic
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Nurdin Halid mengatakan federasi telah memiliki program khusus Road To Olympic untuk mendorong para petenis lolos ke Olimpiade Los Angeles 2028.
Program tersebut juga bertujuan untuk mendukung para atlet berprestasi di tingkat global, baik single event seperti Piala Davis dan Piala Billie Jean King, maupun multievent seperti SEA Games dan Asian Games.
"Program Road To Olympic itu memiliki tiga target utama yaitu mempertahankan juara umum medali emas SEA Games pada Desember 2025, merebut medali emas Asian Games 2026 Jepang, dan lolos ke Olimpiade 2028 di Amerika Serikat," kata Nurdin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
"Jika bisa meraih medali emas Asian Games 2026, maka itu menjadi karpet merah menuju Olimpiade 2028 di Amerika Serikat."
Nurdin mengatakan jalan menuju Olimpiade 2028 kian terbuka setelah Janice Tjen menembus peringkat 80 WTA.
"Sungguh prestasi mengagumkan. Saya menaruh apresiasi yang tinggi atas pencapaian luar biasa Janice Tjen sepanjang tahun 2025," ujar Nurdin.
"Dengan mengoleksi 870 poin dari 23 turnamen internasional yang diikutinya, peringkat WTA Janice Tjen kini melejit ke peringkat 80 dunia dan urutan 154 dunia untuk sektor ganda."
Menurut politisi senior Partai Golkar itu, Janice Tjen adalah aset berharga tenis Indonesia bersama Priska Nugroho dan bintang tenis senior Aldila Sutjiadi.
Ketiganya kini menjadi trio ujung tombak Indonesia untuk mencetak sejarah, yakni lolos ke pesta olahraga dunia Olimpiade setelah era Yayuk Basuki pada 1988-2000.
"Janice berpeluang naik ke peringkat 54 dunia untuk bisa merebut satu tiket tunggal putri Olimpiade. Kita berharap, duet Aldila Sutjiadi/Janice Tjen bisa meraih tiket ganda putri," ujar Nurdin yang kini duduk sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu.
Peringkat ganda Aldila saat ini sudah berada di posisi 45 dunia, sedangkan Janice Tjen di peringkat 154. Gabungan peringkat ganda Aldila dan Janice nantinya berpeluang menembus 50 dunia untuk bisa berlaga di Olimpiade.
Peringkat Priska Nugroho agak tersendat karena belum lama pulih dari cedera. Saat ini peringkat ganda Priska masih di posisi 204 dunia dan 273 di sektor tunggal. Indonesia pernah mengirimkan wakil ke Olimpiade lewat petenis legendaris Yayuk Basuki, Wynne Prakusya, dan Suzanna Anggarkusuma.
Yayuk yang berhasil menembus peringkat 19 dunia, empat kali berturut-turut lolos dan bertanding di Olimpiade 1988, 1992, 1996, dan 2000. Pencapaian Yayuk berhasil diikuti juniornya Angelique Widjaja ketika menembus Olimpiade 2004 Athena dengan mengantongi peringkat 55 dunia (per 31 Maret 2003).
Selain di sektor tunggal, Yayuk juga tampil di Olimpiade 2000 berpasangan dengan Wynne Prakusya dan sebelumnya berpasangan dengan Suzanna Anggarkusuma pada Olimpiade 1992. Angie, sapaan Angelique Widjaja, juga sukses merebut tiket Olimpiade ganda putri bersama Wynne Prakusya di Athena 2004.
- Peringkat WTA
- Janice Tjen
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Preview Belanda vs Jepang: Misi Oranje Jinakkan Agresivitas Samurai Biru
-
Jepang Tahan Imbang Belanda 2-2 di Laga Perdana Grup F
-
Janice Tjen Gagal Melaju ke Babak Kedua Libema Open 2026
-
Bale by BTN dan Rumah123 Hadirkan Kemudahan Cari Hunian untuk Generasi Muda
-
Aktivitas Pembuat Sagu Tradisional di Tulehu
-
Klasemen Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko di Puncak, Korsel Menguntit
-
Tembus 6 Ribu Peserta, Strategi KAI Cirebon Gaet Generasi Muda Pakai Cara Unik Ini Berhasil?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.