Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Naikkan Pendanaan Pengujian Riset Naik hingga Rp150Juta

📅 Rabu, 22 Okt 2025, 19:05 WIB | Oleh:
Pemerintah Naikkan Pendanaan Pengujian Riset Naik hingga Rp150Juta Doc: Kemdiktisaintek

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meningkatkan pendanaan untuk pengujian produk riset tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat hilirisasi riset nasional agar hasil penelitian bisa dimanfaatkan industri.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso mengatakan, kenaikan pendanaan dilakukan untuk mempercepat komersialisasi riset kampus.

“Tahun ini pendanaan maksimal sekitar Rp65 juta, tapi tahun depan kami naikkan jadi Rp150 juta per usulan,” kata Yos dalam peluncuran Program Riset Prioritas, di Jakarta, Selasa (21/10).

Menurut dia peningkatan dana ini juga disertai penambahan total anggaran untuk kegiatan hilirisasi.

“Kalau dulu dana totalnya Rp22,4 miliar, tahun depan menjadi Rp50 miliar,” ujar dia.

Ia mengatakan, pendanaan tersebut difokuskan untuk memperkuat tahap pengujian produk hasil riset perguruan tinggi.

“Kami ingin riset di kampus tidak berhenti di laboratorium,” ucap dia.

Ia memastikan, Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan berperan menjembatani hasil riset dengan sektor industri.

“Kami di Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan fungsinya untuk menjembatani antara riset dan komersialisasi,” kata dia.

Sementara itu, Dirjen Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman mengatakan, pendanaan riset perlu diarahkan pada kolaborasi multipihak.

“Riset berdampak hanya bisa dicapai melalui kemitraan dengan berbagai pihak,” kata Fauzan.

Menurut dia, sinergi dengan industri menjadi kunci agar riset tidak berhenti di tahap prototipe. “Kita perlu mendorong riset terapan agar hasilnya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata dia.

Pemerintah, lanjut dia, telah menyiapkan lebih dari Rp3 triliun untuk mendukung riset prioritas nasional.

“Pendanaan ini diharapkan memperkuat ekosistem riset yang berdampak dan berkelanjutan,” ungkap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.