- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kerusakan Lahan Pertanian ...
Kerusakan Lahan Pertanian Gaza Melonjak Hingga 90 Persen
Rabu, 22 Okt 2025, 20:28 WIBRAMALLAH - Pemerintah Palestina catat lebih dari 90 persen aset pertanian di Jalur Gaza hancur selama dua tahun terakhir, serta merugikan lebih dari 5.353 petani di Tepi Barat sejak awal tahun ini.
Menteri Pertanian Palestina, Rezq Salimia, dalam konferensi pers di Ramallah, Selasa (21/10), menyebut sektor pertanian tengah menghadapi âtransformasi besar dan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnyaâ akibat pelanggaran sistematis Israel yang menargetkan tanah, air, rakyat, dan identitas nasional Palestina.
âPerang genosida di Jalur Gaza menyebabkan kehancuran luar biasa, melebihi 90 persen sumber daya dan aset pertanian, termasuk sumur irigasi, rumah kaca, dan fasilitas pertanian,â katanya.
Di Tepi Barat, lanjut Salimia, Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayahnya, menghambat proyek pembangunan, reklamasi, dan rehabilitasi, serta mencegah perluasan penggunaan lahan pertanian.
Ia memperkirakan bahwa jika wilayah-wilayah tersebut dapat diakses, maka Palestina bisa memperoleh nilai ekonomi lebih dari 3 miliar dolar AS (sekitar Rp49,8 triliun) dan menciptakan sedikitnya 200.000 lapangan pekerjaan.
âIni berarti kami bisa tidak lagi bergantung pada seluruh bantuan asing jika kami diizinkan berinvestasi di tanah-tanah tersebut,â ujar menteri itu.
Sejak awal tahun 2025 hingga pertengahan Oktober, lebih dari 5.353 petani terdampak oleh pelanggaran Israel, meningkat 17 persen dibandingkan tahun lalu.
Total kerugian diperkirakan melebihi 70,3 juta dolar AS (Rp1,16 triliun) termasuk pembakaran dan pencabutan pohon, penghancuran infrastruktur pertanian, pembunuhan serta pencurian ternak, perampasan puluhan ribu dunam lahan, serta pencegahan akses petani ke lahan.
Sementara itu, pemukim Israel dibiarkan menggembala secara sistematis di lahan tersebut.
Sejak Oktober 2024, kementerian telah mendokumentasikan penghancuran lebih dari 15.000 pohon zaitun, menurut Salimia.
Sementara itu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 68.200 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 170.300 lainnya terluka sejak serangan Israel pada Oktober 2023.
Wilayah pendudukan Tepi Barat juga mengalami peningkatan tajam dalam jumlah serangan selama periode yang sama, dengan sedikitnya 1.056 warga Palestina terbunuh, sekitar 10.300 terluka, dan lebih dari 20.000 orang, termasuk 1.600 anak-anak, ditahan, menurut data resmi Palestina. Ant/Anadolu
- Minyak Zaitun
- bantuan ke gaza
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Gempa Dangkal Berkekuatan M6,3 Guncang Filipina Selatan, Tak Ada Peringatan Tsunami
-
Gojek Bagikan Empat Ide Aktivitas Isi Liburan Sekolah Lewat Program Yuk Libur
-
Modus Sindikat Narkoba Kini Sasar Perempuan dan Ibu Rumah Tangga, Menteri Arifah cemas!
-
Peringati Hari Bhayangkara, Polda Sulteng Periksa Kesehatan Gratis 1.000 Pengemudi Ojol
-
Bapanas Pastikan Stok Beras Bulog Siap Salur ke Masyarakat
-
Tips Agar Masyarakat Terlindungi Saat Membeli Hunian
-
Guardiola: Trofi Piala Dunia Antarklub Tak Bisa Tutupi Kekecewaan Musim City
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.