Ada Potensi 660 Perusahaan, RI-Jepang Siap Majukan Industri Mold and Dies

Rabu, 22 Okt 2025, 23:59 WIB

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri di bidang mold and dies serta mesin perkakas, sebagai salah satu sektor strategis dalam menopang pertumbuhan industri manufaktur nasional.

Apalagi, industri mold and dies merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 20252045.

Ket. Foto: Mold and dies adalah alat yang digunakan dalam industri manufaktur untuk membentuk, memotong, atau mengekstraksi material menjadi produk jadi. — Sumber: Istimewa.

Mold and dies adalah alat yang digunakan dalam industri manufaktur untuk membentuk, memotong, atau mengekstraksi material menjadi produk jadi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, industri mold and dies memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena menjadi bagian penting dalam rantai pasok di berbagai sektor manufaktur, seperti otomotif dan elektronik.

"Artinya, sektor ini berperan penting dalam menghasilkan berbagai komponen industri dari otomotif hingga barang konsumsi," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/10).

Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) Kemenperin, terdapat sekitar 660 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai 35.00040.000 unit per tahun, serta menyerap lebih dari 42 ribu tenaga kerja.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan faktor kunci dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri nasional.

Kemenperin saat ini memiliki 13 pendidikan tinggi vokasi, 9 SMK, dan 7 Balai Diklat Industri yang aktif dalam mencetak tenaga industri kompeten dan berdaya saing global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, imbuhnya.

Dalam upaya memperkuat kompetensi tenaga pendidik di bidang tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin bekerja sama dengan Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) Jepang menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Sistem Pendidikan Mold and Dies bagi para guru SMK dari seluruh Indonesia.

Program ini merupakan implementasi dari New Manufacturing Industry Development Center (New MIDEC), hasil kerja sama antara Kemenperin RI dengan Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang di bawah payung IndonesiaJapan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang ditandatangani sejak tahun 2007 dan diperbarui pada 2022.

Kepala BPSDMI Kemenperin Masrokhan menyampaikan bahwa pelatihan mold and dies tingkat dasar telah dilakukan secara berkelanjutan sejak 2019 hingga 2024 dan telah melibatkan 225 guru SMK dari berbagai daerah.

Tahun ini, pelatihan dilaksanakan selama 10 hari, dari 20 Agustus hingga 2 September 2025, diikuti oleh 25 guru bidang permesinan dan elektronika dari berbagai daerah di Indonesia.

"Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman teknis peserta mengenai proses produksi, penggunaan alat, hingga aspek keselamatan kerja dalam industri mold and dies," ungkap Masrokhan.

Kepala BPSDMI menambahkan, hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat disinergikan dengan kurikulum pembelajaran di sekolah sehingga pendidikan vokasi dapat semakin relevan dengan kebutuhan industri.

"Program ini diharapkan mampu menjadi acuan dalam penyelarasan kurikulum, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, serta peningkatan kualitas pengajaran di kelas," tuturnya.

Agen Perubahan

Sementara itu, perwakilan AOTS Jepang, Yosuhiro Chino menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif para guru SMK Indonesia.

Ia berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dengan membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada rekan-rekan guru lainnya.

Industri mold and dies memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan rantai produksi manufaktur.

"Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting agar dunia pendidikan selalu mengikuti perkembangan teknologi terkini dan mampu mencetak SDM siap kerja di sektor industri," ujar Yosuhiro.

Kemenperin dan METI Jepang berkomitmen untuk terus memperluas ruang lingkup kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), transformasi menuju industri hijau, serta implementasi Industry 4.0.

Melalui kolaborasi antara AOTS dan BPSDMI sebagai implementing agency, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas SDM industri nasional, memperkuat daya saing sektor manufaktur, dan mewujudkan kemandirian industri Indonesia.

  • Industri mold and dies

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.