Perkuat Jatim Poros Maritim Nasional, Khofifah Ajak Russia Investasi dalam Pengembangan Pelabuhan Internasional Probolinggo
Selasa, 21 Okt 2025, 17:22 WIBSURABAYA â Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Duta Besar Federasi Russia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov membahas sejumlah peluang kerja sama strategis dengan Jatim terutama di bidang maritim, pendidikan, dan industri perkapalan, di di Surabaya, Selasa (21/10)
Dalam kesempatan itu Khofifah menawarkan peluang investasi besar-besaran untuk pengembangan Pelabuhan Probolinggo menjadi pelabuhan internasional kepada Russia.
Dia menekankan pentingnya kerja sama dengan Russia dalam memperkuat potensi Jatim sebagai poros maritim nasional. "Dari 39 poros maritim Indonesia, 21 di antaranya berada di Jatim," kata Khofifah.Â
Hal itu menjadikan Jatim memiliki posisi strategis dalam rantai logistik dan pelayaran nasional.Â
"Kita memiliki pelabuhan di Probolinggo yang bisa dimaksimalkan untuk mengurangi beban di Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Ini bisa dikerjasamakan dengan pihak Russia," ungkap Khofifah.Â
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Nyono, menjelaskan, pengembangan pelabuhan Probolinggo menjadi pelabuhan internasional memiliki tujuan menjadikan pelabuhan tersebut, sebagai alternatif internasional bagi Tanjung Perak dan Tanjung Priok. Di mana kedua pelabuhan selama ini menanggung beban logistik terbesar di Indonesia bagian barat dan tengah.
"Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa secara langsung menawarkan peluang kerja sama dengan Rusia untuk mendukung investasi dan pembangunan pelabuhan tersebut," kata Nyono kepada wartawan usai pertemuan.
Menurutnya, rencana pengembangan Pelabuhan Probolinggo diarahkan untuk mampu melayani kapal-kapal besar dengan bobot hingga 100 ribu ton. Saat ini, pelabuhan tersebut sudah memiliki kedalaman 12 meter dengan kapasitas maksimal kapal 50 ribu ton.
Namun, dalam perencanaan jangka menengah, kedalaman pelabuhan akan ditingkatkan menjadi 18 meter (draft 18 meter) agar bisa menampung kapal kelas pospanamax 7-8 dengan panjang mencapai 300-400 meter.
âSekarang masih 12 meter, bisa melayani kapal 50 ribu ton. Tapi perencanaannya sudah ada: ke depan bisa 18 meter dan bisa melayani kapal 100 ribu ton. Ini kelas kapal besar, dan rencana itu sudah disiapkan,â ungkap Nyono.
Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, Pemprov Jatim membutuhkan dukungan investasi hingga 6-7 triliun rupiah. Tahap awal, dana sekitar 1,5-2 triliun rupiah sudah cukup untuk membangun fasilitas utama pelabuhan, seperti perluasan dermaga dan area bongkar muat kontainer ekspor-impor.
âUntuk tahap pertama, butuh sekitar 1,5 sampai 2 triliun rupiah. Tapi total keseluruhan investasi mencapai 6-7 triliun rupiah. Kalau pakai APBN jelas tidak cukup, karena fiskal kita terbatas. Maka dari itu, Ibu Gubernur menawarkan kerja sama investasi asing, termasuk ke Russia,â paparnya.
Sebagian infrastruktur penunjang, lanjut Nyono, sebenarnya sudah siap. Dermaga berkapasitas 50 ribu ton telah beroperasi, sementara area pergudangan seluas 6.000 meter persegi juga sudah dibangun. Perluasan kapasitas dan penguatan fasilitas logistik menjadi kunci agar pelabuhan ini benar-benar bisa berfungsi sebagai pelabuhan internasional.
"Secara penunjang, dermaga dan gudang sudah ada. Tapi untuk menjadikannya pelabuhan internasional, tentu masih perlu pembangunan lanjutan. Kalau di Perak hanya bisa 50 ribu ton, di Probolinggo nanti bisa 100 ribu ton. Itu akan sangat menguntungkan dari sisi ekonomi,â ujarnya.
Keunggulan geografis Pelabuhan Probolinggo juga menjadi alasan utama pengembangan ini. Lokasinya yang terkoneksi langsung dengan Tol Probolinggo Barat menjadikannya strategis untuk distribusi barang dari kawasan industri di Pasuruan, Lumajang, hingga Situbondo.
Selain memperlancar arus barang, pelabuhan berkapasitas besar ini juga diyakini akan menurunkan biaya logistik nasional secara signifikan. Dengan beroperasinya Pelabuhan Probolinggo sebagai pelabuhan internasional, harga barang dan ongkos distribusi diharapkan menjadi lebih murah karena waktu tempuh dan biaya pelayaran lebih efisien.
âKalau kapal besar bisa langsung bersandar di Probolinggo, maka harga barang otomatis turun. Logistiknya jadi low cost. Barang bisa langsung masuk ke gudang-gudang di sana yang tersambung dengan jalan tol,â katanya.
Rencana besar ini menjadi salah satu prioritas strategis Gubernur Khofifah dalam memperkuat poros maritim Jatim, yang memiliki 21 dari 39 poros maritim nasional. Diharapkan dukungan investasi luar negeri, termasuk dari Rusia, bisa mempercepat transformasi Pelabuhan Probolinggo menja
Duta Besar Federasi Rusia Sergei Tolchenov sendiri membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Jatim. Rusia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama, terutama di sektor pembangunan kapal laut, pendidikan teknik dan industri maritim.
âKami membahas potensi kerja sama bilateral Rusia dengan Indonesia. Kami melihat berbagai sektor yang bisa dikembangkan, misalnya di bidang maritim, pembangunan kapal laut, dan pendidikan. Kami juga tahu ada universitas di Surabaya yang sudah bekerja sama dengan sekolah menengah atas di Rusia,â paparnya.
Tolchenov juga mengundang pelajar dari Surabaya dan Jatim untuk belajar di Rusia, serta menyampaikan rencana kedatangan delegasi besar dari Rusia ke Surabaya pada 5 November 2025. Nantinya, akan ada delegasi Rusia yang datang ke Surabaya.
âKami mengundang pelajar dari Surabaya belajar ke Rusia. Akan ada delegasi Rusia di Surabaya, dan saya sangat berterima kasih kepada Ibu Khofifah yang telah memberikan dukungan untuk proyek kerja sama kami ke depan,â tambahnya.Â
Khofifah juga menyinggung pentingnya kolaborasi dalam bidang pendidikan, khususnya untuk memperluas akses beasiswa dan program magang kerja bagi mahasiswa Jatim di Rusia. Kerja sama antara Pemerintah Rusia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah berjalan baik, khususnya di Fakultas Perkapalan.
Diharapkan, kerjasama tersebut dapat diperluas ke bidang lain. âSelama ini Pemerintah Rusia sudah bekerja sama dengan ITS, terutama Fakultas Perkapalan. Kami ingin ada penguatan penambahan beasiswa lain, utamanya magang kerja, agar semakin banyak pelajar Jatim bisa belajar dan berkolaborasi dengan Rusia,â ungkapnya.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Phoenix Suns Tumbangkan Orlando Magic dengan Skor 113-110
-
Danlanud Sultan Hasanuddin Ikuti FGD Reformulasi Gerilya Udara Hadapi Perang Berlarut
-
Khofifah dan Sherly Bahas Strategi Tekan Biaya Logistik Bahan Pokok
-
Rupiah Keok, Dolar AS Tembus Rp16.829, Cek Penyebabnya di Sini
-
Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
-
Maxwell Antusias Persija Kembali ke Jakarta International Stadium
-
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Wisatawan Hilang di Papuma Jember
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.