Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Minta Pemerintah Perkuat Peran Puskesmas Tangani Lonjakan ISPA

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 16:05 WIB | Oleh:
DPR Minta Pemerintah Perkuat Peran Puskesmas Tangani Lonjakan ISPA Doc: ANTARA/HO-Humas DPR RI
Ket. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini.

Jakarta -- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta pemerintah memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam menghadapi lonjakan jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang meningkat di berbagai daerah, seperti DKI Jakarta.

“Kejadian seperti pandemi bisa saja terjadi jika kasus ISPA ini tidak ditangani dengan pendekatan berbasis data dan pencegahan, dan perkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan bagi masyarakat yang terkena ISPA,” kata Yahya dikutip di Jakarta, Selasa.

Dia juga menyoroti lonjakan kasus ISPA telah menunjukkan perlunya sistem pencegahan penyakit menular yang kuat di tingkat komunitas. Oleh karena itu Yahya mendorong pemerintah memperkuat sistem kewaspadaan dini hingga ke fasilitas kesehatan primer agar deteksi dan pelaporan kasus ISPA dapat menjadi lebih cepat.

“Kemenkes harus meningkatkan pengawasan kualitas udara, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah, karena faktor polusi memiliki korelasi kuat dengan peningkatan kasus ISPA,” ujarnya.

Yahya lalu menyampaikan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab konstitusional negara. Dengan demikian, menurut dia, peningkatan kasus ISPA harus menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan sistem kesehatan nasional dari hulu hingga hilir.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat total 1.966.308 kasus ISPA di Jakarta sejak Januari hingga Oktober 2025, dengan peningkatan jumlah kasus yang mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.

"Total kasus ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kunjungan tertinggi di puskesmas karena penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah melalui percikan droplet maupun partikel aerosol di udara," kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

Dia menyampaikan kenaikan kasus ISPA dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk polusi udara dan fenomena musim kemarau basah yang terjadi tahun ini.

Kondisi tersebut, sambung dia, berdampak terhadap penurunan daya tahan tubuh individu serta peningkatan jumlah agen biologis penyebab infeksi saluran pernapasan di lingkungan masyarakat.

Dia menyebutkan gejala ISPA tersebut meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Gejala tambahan dapat berupa hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, serta suara serak.

"Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas yang memerlukan penanganan medis segera," ujar Ani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.