Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akselerasi Visi Indonesia Emas 2045, Kemdiktisaintek Resmikan Program Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 15:32 WIB | Oleh:
Akselerasi Visi Indonesia Emas 2045, Kemdiktisaintek Resmikan Program Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 Doc: antara foto
Ket. Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman dalam kegiatan Peluncuran Program Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Selasa (21/10).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan Program Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 dalam rangka mengakselerasi visi Indonesia Emas 2045.

Program tersebut terbagi menjadi enam bidang, antara lain Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Program Peningkatan Hilirisasi Hasil Penelitian, Program Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Program Pengembangan Kemitraan Multi Pihak, Program Penelitian dan Pengembangan, serta Program Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi, yang seluruhnya dibiayai oleh APBN.

"Untuk Program Riset Prioritas, kita pada dasarnya ingin meningkatkan kemampuan rata-rata riset kita dan keberhasilan riset kita di seluruh Indonesia. Jadi meningkatkan rata-rata ini memerlukan inersia besar dengan prioritasnya adalah peningkatan pemerataan," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman dalam kegiatan Peluncuran Program Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026 di Jakarta, Selasa (21/10).

Fauzan menyebutkan nantinya program ini akan diawali dengan call for proposal pada 28 Oktober mendatang.

Ia menekankan program ini merupakan upaya mendukung delapan riset industri strategis, sesuai dengan AstaCita Presiden RI Prabowo Subianto meliputi bidang pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

"Sering ada pertanyaan bagaimana dengan sosial humaniora, baik itu pendidikan, ekonomi, hukum, itu semua masuk di kedelapan bidang ini. Tetapi kita memang menginginkan sosial humaniora itu mendukung setiap lini dari industri strategis ini, dan juga tentunya bidang-bidang ilmu dasar STEM," ujar dia.

Fauzan menjelaskan kedelapan persoalan tersebut merupakan inti dari berbagai masalah yang kerap terjadi di masyarakat, contohnya ketergantungan impor dan krisis produksi domestik pada bidang pangan.

Untuk mendukung proyek riset ini, ia menyebut Kemdiktisaintek juga akan membantu membuatkan ekosistem yang terpadu, sehingga para akademisi nantinya bisa lebih terintegrasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan berbasis riset.

Fauzan menargetkan proses seleksi bisa diselesaikan pada Desember mendatang, sehingga proses pencairan dana riset bisa dilakukan pada Februari 2026 agar riset bisa segera dikebut.

Demi mewujudkan kesuksesan program ini, Fauzan mendorong kepada seluruh pemangku kepentingan terkait untuk saling berkolaborasi dalam mengembangkan dunia riset dan pengembangan di Indonesia.

Diketahui, pada waktu yang sama Kemdiktisaintek juga meluncurkan Program Riset Strategis yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.