- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Minta Russia dan Ukr...
Trump Minta Russia dan Ukraina Akhiri Perang dan Segera Berdamai
Senin, 20 Okt 2025, 01:11 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (17/10) meminta Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk mengakhiri perang serta mendesak keduanya untuk merundingkan kesepakatan damai.
âPertemuan dengan Zelenskyy sangat menarik dan ramah, tetapi saya mengatakan kepadanya, sebagaimana saya juga sangat menyarankan kepada Presiden Putin, bahwa sudah waktunya untuk menghentikan pembunuhan, dan membuat kesepakatan!â seru Trump seperti ditulis di platform Truth Social miliknya.
âSudah cukup darah tertumpah, dengan batas-batas wilayah ditentukan oleh perang dan keberanian. Mereka seharusnya berhenti di posisi mereka sekarang. Biarkan keduanya mengklaim kemenangan, dan biarkan sejarah yang menilai!â tambahnya.
Trump pun mengklaim bahwa perang tidak akan pernah dimulai jika dia saat itu menjadi Presiden.
âTidak ada lagi tembakan, tidak ada lagi kematian, dan tidak ada lagi pengeluaran uang dalam jumlah besar yang tidak berkesudahan,â katanya.
âRibuan orang dibantai setiap minggu, cukup sudah. Pulanglah ke keluarga kalian dengan damai,â kata pemimpin AS itu menambahkan.
Unggahan tersebut muncul setelah berlangsungnya pertemuan antara Trump dan Zelenskyy di Gedung Putih beberapa waktu lalu, di tengah upaya baru untuk mengakhiri konflik Russia-Ukraina.
Trump mengumumkan pada Kamis bahwa ia setuju untuk bertemu dengan Putin di Hongaria untuk mengakhiri perang di Ukraina setelah delegasi tingkat tinggi bertemu pekan depan.
Tolak Kirim Tomahawk
Pesiden Trump juga mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pertemuan Jumat bahwa Washington tidak berniat mengirimkan rudal Tomahawk ke Kiev, lapor Axios, mengutip sejumlah sumber.
Menurut Axios, setelah pertemuan tersebut, Zelenskyy mendesak keras terkait Tomahawk, tetapi Trump menolak dan tetap pada pendiriannya. Trump mengatakan ia tidak berencana memberikan Tomahawk kepada Ukraina, setidaknya untuk saat ini.
Salah satu sumber mengatakan pertemuan Jumat itu âtidak mudahâ dan âTrump bersikap kerasâ.
Sementara sumber lainnya mengatakan pertemuan berjalan buruk dan Trump memberikan beberapa pernyataan keras selama pertemuan kepada Zelenskyy dan di beberapa titik keadaan menjadi sedikit emosional.
Dalam unggahan di Truth Social setelah pertemuan dengan Zelenskyy pada Jumat, Trump mengatakan bahwa Russia dan Ukraina sebaiknya berhenti berperang dengan posisi saat ini, keduanya dapat mengeklaim kemenangan dan membiarkan sejarah yang menentukan.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pesawat Terjun Payung Jatuh di Missouri, AS, 12 Orang Tewas
-
Presiden Jerman Berkunjung, Keamanan Jakarta Diperketat, Polda Metro Siagakan 585 Personel
-
Duel Portugal Kontra Kroasia di Toronto Jadi Laga “Mahal”, Harga Tiket Tembus 52 Juta Rupiah per Lembar
-
Gubernur DKI Pramono Nilai Bantuan Pembangunan Halte Perkuat Layanan Transjabodetabek
-
Wamenpar Ungkap Keunggulan Alam dan Budaya Jadi Modal MICE Bali Mendunia
-
Memphis Depay
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.