1,3 Juta Liter Air Bersih Disalurkan BPBD Bantul untuk Warga Terdampak Kekeringan
Senin, 20 Okt 2025, 20:12 WIBBANTUL â Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,3 juta liter bagi warga yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih selama musim kemarau 2025.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan sejak 2 Juli hingga 19 Oktober 2025, total air yang sudah didistribusikan mencapai 1.365.000 liter atau setara 273 tangki.
âDari total tersebut, 102 tangki disalurkan oleh BPBD Bantul, 112 tangki oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul, 21 tangki oleh Tagana, dan 38 tangki berasal dari donasi pihak luar,â ujar Antoni di Bantul, Senin.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan kepada warga di tiga kecamatan, empat kelurahan, dan sembilan dusun dengan jumlah penerima manfaat mencapai 723 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.192 jiwa.
Wilayah yang menerima pasokan air terbesar berada di Kelurahan Trimurti, Kecamatan Srandakan, dengan total 775.000 liter atau 155 tangki, karena kebutuhan air di wilayah ini tergolong paling mendesak. Selain itu, Kecamatan Pajangan juga mendapat pasokan air di dua kelurahan, yakni Guwosari sebanyak 560.000 liter (112 tangki) dan Triwidadi sebanyak 15.000 liter (tiga tangki). Sementara di Kecamatan Dlingo, Kelurahan Munthuk menerima bantuan 15.000 liter atau tiga tangki.
Menurut Antoni, kekeringan di Bantul disebabkan oleh berkurangnya sumber air akibat musim kemarau yang panjang, ditambah kerusakan bendung di Jembatan Srandakan yang menyebabkan aliran air tidak lagi mencapai sumber-sumber mata air di wilayah Trimurti.
âHari ini (20/10) kami juga melakukan droping air tambahan untuk Kelurahan Trimurti sebanyak empat tangki,â ujarnya.
Antoni menambahkan, potensi kekeringan diperkirakan akan berkurang seiring datangnya musim hujan yang diprediksi mulai awal November. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana lain seperti angin kencang dan hujan deras yang kerap muncul pada masa peralihan musim.
âSekarang sudah masuk masa pancaroba. Jadi yang perlu diwaspadai bukan lagi kekeringan, tetapi potensi angin kencang dan hujan ekstrem,â katanya menegaskan.
- air bersih
- kekeringan
- musim kemarau
- bpbd bantul
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Antisipasi Sungai Kapuas Surut, Pertamina Tambah Armada Darat untuk Perkuat Distribusi BBM
-
Pembebasan Bersyaratnya Dicabut, Indra Kenz Dijebloskan ke Lapas Tangerang
-
BMKG: Di Belitung Hujan Ringan setelah 69 Hari Tanpa Hujan
-
Kementerian PPPA Perkuat Perspektif Gender Terkait Isu Perdamaian
-
Pemerintah Kabupaten Jember Menetapkan Lima Bangunan Bersejarah Jadi Cagar Budaya
-
Joshua Zirkzee Jadi Penentu Kemenangan Belanda atas Serbia
-
Formula 1: Russell Waspadai Ancaman Antonelli Meski Tampil Dominan dan Raih Pole di Baku
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.