Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Semarang Mainkan Irama Ekonomi Lewat Gebrakan Event Seni dan Budaya

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Semarang Mainkan Irama Ekonomi Lewat Gebrakan Event Seni dan Budaya Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis  
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena saat melukis payung di sela Lomba Melukis Kipas dan Payung 2025, di Semarang, Minggu (19/10/2025).

SEMARANG – Memperbanyak event seni dan budaya bukan sekadar urusan hiburan atau seremonial belaka, tetapi juga bagian penting dari upaya membangun identitas dan daya saing bangsa.

Melalui beragam kegiatan seni dan budaya, masyarakat dapat mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat nilai-nilai lokal yang menjadi jati diri daerah.

Secara analitis, event seni dan budaya memiliki efek ganda bagi ekonomi dan sosial. Dari sisi ekonomi, kegiatan ini mampu menggerakkan sektor kreatif, UMKM, hingga pariwisata lokal melalui peningkatan kunjungan dan konsumsi masyarakat.

Dari sisi sosial, event tersebut memperkuat kohesi antarwarga, menumbuhkan kebanggaan daerah, serta melestarikan tradisi agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaku seni, dan komunitas kreatif, penyelenggaraan event seni dan budaya bisa menjadi strategi pembangunan berbasis kearifan lokal.

Bukan hanya menjaga warisan, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi agar budaya tetap relevan dan menguntungkan bagi masyarakat luas.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah akan memperbanyak even seni dan budaya pada tahun depan demi melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan dan perputaran ekonomi masyarakat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Minggu (19/10), mencontohkan lomba mewarnai kipas dan payung yang akan diadakan secara berkala.

"Saya minta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata nanti berikutnya lomba bisa diadakan berkala. Mungkin dari kecamatan masing-masing agar diorkestrasi pada satu bulan yang sama," katanya.

Jadi, kata dia, nanti ada semacam festival payung yang setiap kecamatan semua dan menampilkan kreasinya dari hasil karya warga masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya usai menutup Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 di Mal Up Town Semarang yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.

Ia percaya bahwa even kreatif semacam itu tidak hanya akan menggairahkan masyarakat kembali, tetapi juga membawa dampak positif terhadap ekonomi lokal.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang telah menunjukkan peningkatan pesat, dan berharap dapat mendekati 8 persen pada akhir tahun sehingga kegiatan berbasis komunitas semacam itu menjadi penunjang penting.

"Otomatis kalau akan memamerkan karya (ada lomba di tingkat kecamatan), warga akan bersih-bersih juga. Ekonomi di situ akan mulai bergerak, dari UMKM dan lain sebagainya karena ada keramaian," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.