Peru Umumkan Status Darurat

Sabtu, 18 Okt 2025, 14:50 WIB

ISTANBUL - Pemerintah sementara Peru, Kamis (16/10) mengumumkan akan menetapkan status darurat di ibu kota Lima setelah aksi protes besar yang dipimpin kalangan muda berujung bentrokan dan menewaskan satu orang serta melukai lebih dari seratus lainnya.

Kerusuhan pecah setelah anggota parlemen memakzulkan mantan Presiden Dina Boluarte pekan lalu di tengah meningkatnya kemarahan publik atas korupsi dan kejahatan yang kian merajalela.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Perdana Menteri baru Ernesto Alvarez mengatakan, langkah tersebut akan mencakup wilayah Metropolitan Lima guna memulihkan ketertiban setelah bentrokan di sekitar gedung Kongres menelan korban jiwa.

Kepolisian setempat memastikan seorang rapper berusia 32 tahun, Eduardo Ruiz, tewas tertembak oleh petugas saat bentrokan terjadi pada Rabu (15/10).

Petugas tersebut telah ditahan dan akan diberhentikan dari jabatannya, menurut Kepala Kepolisian Nasional.

Sedikitnya 113 orang, termasuk 84 petugas polisi, mengalami luka-luka ketika para demonstran mencoba menembus barikade keamanan.

Ribuan pengunjuk rasa muda yang tergabung dalam gerakan Generation Z turun ke jalan menuntut tindakan tegas terhadap korupsi, pemerasan, dan kekerasan yang melibatkan geng.

Ketidakpuasan sosial dan politik di Peru terus meningkat. Pencopotan Boluarte dari jabatan maupun pengangkatan Presiden sementara Jose Jeri belum mampu menenangkan situasi di negara itu.

Ketegangan semakin memuncak dengan penunjukan kabinet baru yang dipimpin Alvarez, yang sebelumnya menuai kontroversi karena sempat menyamakan para demonstran dari Generation Z dengan teroris di media sosial. Ant/Anadolu

  • peru

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.