Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen PBB Antonio Guterres Sambut Baik Gencatan Senjata Sementara Pakistan-Afganistan

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 09:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB Antonio Guterres Sambut Baik Gencatan Senjata Sementara Pakistan-Afganistan Doc: ANTARA
Ket. Militer Pakistan berjaga di gerbang perbatasan dengan Afghanistan.

HAMILTON - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Kamis (16/10), menyambut baik gencatan senjata sementara yang baru-baru ini dicapai antara Pakistan dan Afganistan, dan mendesak "pengakhiran pertempuran yang berkelanjutan."

"Sekretaris Jenderal telah menindaklanjuti dengan keprihatinan laporan bentrokan bersenjata antara Afganistan dan Pakistan, yang telah menewaskan dan melukai banyak warga sipil, dan menyambut baik pengumuman gencatan senjata sementara," kata juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric dalam sebuah konferensi pers.

Sebagaimana Sekjen PBB "menyerukan para pihak untuk menyepakati akhir pertempuran yang berkelanjutan dan untuk terlibat dalam dialog agar warga sipil dapat dilindungi dan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut," Dujarric juga melaporkan bahwa misi PBB di Afganistan sedang memantau situasi.

Dia mengatakan bahwa misi tersebut juga menyambut baik gencatan senjata tersebut, dan berkata: "Misi PBB masih mengkaji jumlah pasti korban tewas dan luka-luka."

"Namun, informasi terkini menunjukkan bahwa setidaknya 17 warga sipil tewas dan 346 lainnya terluka di Spin Boldak di sisi perbatasan Afganistan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa misi tersebut juga mencatat setidaknya terdapat 16 kematian warga sipil setelah bentrokan terjadi di provinsi Paktika, Patkya, Kunar, dan Helmand.

"Misi PBB mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional untuk mematuhi prinsip-prinsip utama pembedaan, proporsionalitas, dan kehati-hatian guna mencegah jatuhnya korban sipil," ujar Dujarric.

Islamabad dan Kabul menyepakati gencatan senjata selama 48 jam pada Rabu setelah bentrokan di sepanjang perbatasan bersama mereka.

Kesepakatan itu adalah gencatan senjata kedua antara kedua negara tetangga tersebut karena permusuhan juga meletus pada 11 Oktober, tetapi dihentikan setelah mediasi oleh Qatar dan Arab Saudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.