Kampanye Gerakan Pilah Sampah Berawal dari Rumah Tangga di Wilayah Kuningan

Jumat, 17 Okt 2025, 17:45 WIB

Kuningan - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengkampanyekan gerakan memilah sampah dari rumah tangga sebagai langkah membangun kesadaran kolektif masyarakat di daerah tersebut terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Jumat, mengatakan perubahan perilaku di tingkat rumah tangga dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk dilakukan.

Ket. Foto: Pj Sekda Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah (tengah) saat memberikan keterangan di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (17/10/2025). — Sumber: Antara

Menurut dia, gerakan memilah sampah merupakan langkah awal menuju tata kelola lingkungan yang beretika dan berkelanjutan.

Ia menyebutkan, ketika masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, mereka sudah berkontribusi besar menjaga keberlanjutan lingkungan daerah.

Berdasarkan pendataan, kata dia, produksi sampah di Kabupaten Kuningan mencapai 30.208 ton per hari pada 2023.

“Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan peraturan, tetapi dengan kesadaran dan pembiasaan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wahyu memberikan apresiasi kepada komunitas Sadulur Kuningan Connection atas inisiatifnya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Sebagai tindak lanjut, ia meminta para camat berperan aktif membentuk Satgas Kebersihan Desa dan menggerakkan kegiatan gotong royong di wilayah masing-masing.

“Kami pun mendorong optimalisasi peran RT dan RW, dalam mengedukasi masyarakat agar lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Ia menyampaikan pemerintah desa dapat menetapkan status darurat sampah jika kondisi di lapangan membutuhkan penanganan cepat, sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen bersama.

Wahyu mencontohkan program inovatif bernama Yuni Sarah di Desa Kertayasa, Kuningan telah berhasil mengubah sampah menjadi peluang ekonomi bagi warga.

“Kertayasa membuktikan bahwa sampah bisa bernilai ekonomi. Ketika masyarakat melihat potensi itu, muncul kreativitas yang berdampak positif bagi kesejahteraan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sadulur Kuningan Connection Arif Amarudin menyatakan pihaknya siap memperluas praktik baik yang telah diterapkan di Desa Kertayasa agar dapat direplikasi di wilayah lain.

“Kami berupaya mereplikasi konsep pengelolaan sampah dari Kertayasa agar bisa diterapkan di wilayah lain sehingga volume sampah yang masuk ke TPA Ciniru dapat ditekan,” katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.