- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiga WNI Ditangkap di Mala...
Tiga WNI Ditangkap di Malaysia, Diduga Siksa WNI Lain
Kamis, 16 Okt 2025, 10:20 WIBJAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan penangkapan tiga warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia karena diduga terlibat dalam penyiksaan sadis terhadap sesama WNI berinisial DAK beberapa waktu yang lalu.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia (PDRM) terkait kelanjutan kasus itu, sementara tim pelindungan dari KBRI telah bertemu korban.
"Melalui koordinasi dengan PDRM, diperoleh informasi bahwa pelaku sejumlah enam orang telah ditangkap dan dilakukan penahanan untuk keperluan investigasi. Enam pelaku terdiri dari tiga WNI dan tiga pemegang KTP Malaysia,â kata Judha dalam keterangan tertulis pada Kamis (16/10).
Ia menerangkan bahwa "dari investigasi awal, diperoleh indikasi pelaku utama adalah WNI."
Menurut Judha, KBRI menerima pengaduan terkait penyiksaan terhadap DAK pada 12 Oktober 2025 dan keesokan harinya, tim pelindungan KBRI langsung menemui DAK di rumah sakit tempat ia dirawat.
Dari korban diperoleh informasi bahwa dia mengalami penyiksaan yang dilakukan sesama WNI dan warga negara Malaysia karena masalah pribadi pada 7 Oktober 2025.
Dengan bantuan warga setempat, DAK kemudian dibawa ke rumah sakit di Kuala Lumpur untuk perawatan medis.
Judha memastikan bahwa kondisi korban saat ini berangsur pulih, bisa berkomunikasi dengan baik dan dapat berjalan tanpa alat bantu.
Selain berkoordinasi dengan PDRM, KBRI juga terus berkomunikasi dengan rumah sakit tempat DAK dirawat, mempersiapkan dokumen untuk membantu penyelidikan, dan menyediakan pendamping hukum.
"KBRI akan terus memantau proses kasus dimaksud, termasuk pendampingan hukum bagi korban," kata Judha.
Dia mengimbau kepada para WNI di luar negeri untuk senantiasa menjaga perilaku dan menghindari tindakan yang melanggar hukum negara lain.
Sementara itu, anggota DPR non-aktif Uya Kuya diketahui sempat membesuk DAK saat dirawat di Kuala Lumpur. Di Instagram, dia menyebut DAK sebagai korban pembunuhan berencana dan mengalami penyiksaan sadis sebelum ditemukan selamat di pinggir jalan tol oleh warga setempat.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
RSUD Kota Tangerang Buka Layanan Lima Poliklinik Sore hingga Malam
-
Mahkamah Perdagangan Internasional AS Blokir Tarif Trump karena Dinilai Telah Melewati Wewenang
-
Sabalenka Jumpa Rybakina di Perempat Final
-
7 WNI Ditahan Malaysia, Diduga Bobol Anjungan Minyak Terengganu
-
Pemkot Bandung Targetkan Penurunan Kabel Udara di 85 Ruas Jalan Rampung Akhir 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.