IHSG Hari Ini Merah Lagi! Pertemuan Trump–Jinping Bikin Pasar Galau

Rabu, 15 Okt 2025, 18:25 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring sikap hati-hati investor yang memilih menunggu hasil pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping.

Pertemuan dua pemimpin negara ekonomi terbesar dunia itu dinilai krusial karena bisa menentukan arah hubungan dagang global ke depan, terutama terkait isu tarif dan rantai pasok internasional.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adhaam

Sikap wait and see ini membuat pelaku pasar menahan diri untuk masuk ke aset berisiko, termasuk saham, sehingga tekanan jual muncul di sejumlah sektor, terutama yang berorientasi ekspor.

Investor cenderung mencari posisi aman sambil menantikan sinyal kebijakan yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Meski demikian, sebagian analis menilai pelemahan IHSG masih bersifat temporer. Jika hasil pertemuan Trump–Jinping menghasilkan kesepakatan positif, pasar berpotensi rebound karena meningkatnya optimisme terhadap pertumbuhan perdagangan dunia dan arus investasi ke emerging market seperti Indonesia

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/10) sore, ditutup melemah 15,34 atau 0,19 persen ke posisi 8.051,18 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,25 poin atau 0,03 persen ke posisi 722,14.

“Pelaku pasar mencermati meningkatnya ketegangan antara AS dan Tiongkok menjelang pertemuan yang dinanti antara Donald Trump dan Xi Jinping pada akhir bulan ini,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (15/10).

Di sisi lain, pernyataan bernada dovish Ketua bank sentral AS The Fed Jerome Powell serta laporan kinerja positif kinerja perbankan di AS meningkatkan selera risiko global.

Dari dalam negeri, IHSG melemah disebabkan oleh realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga akhir September 2025 yang turun 19,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Hal itu terjadi setelah dividen BUMN mulai masuk ke Danantara. Selain itu, kekhawatiran perang dagang AS dan Tiongkok masih cukup terasa.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer yang menguat sebesar 0,72 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor keuangan yang masing-masing naik sebesar 0,37 persen dan 0,11 persen.

Sedangkan tujuh sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 3,34 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor industri yang masing-masing turun sebesar 3,27 persen dan 0,86 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KICI, MBTO, CBRE, SOHO, dan PUDP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOSS, SSTM, MLPT, ASRM, dan AYLS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.698.254 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,16 miliar lembar saham senilai Rp29,95 triliun. Sebanyak 232 saham naik, 449 saham menurun, dan 122 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 834,68 poin atau 1,78 persen ke 47.682,00, indeks Hang Seng menguat 469,25 poin atau 1,84 persen ke 25.910,48, indeks Shanghai menguat 46,98 poin atau 1,22 persen ke 3.912,50 dan indeks Strait Times melemah 37,22 poin atau 0,84 persen ke 4.389,84.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.