BKSDA Sumbar Tingkatkan Patroli Cegah Konflik Manusia dan Harimau Sumatera di Maninjau
Rabu, 15 Okt 2025, 18:55 WIBBalai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, meningkatkan penanganan konflik satwa jenis harimau sumatera yang muncul di jalan lintas sumatera di Nagari atau Desa Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, usai tertangkap kamera trap.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan tim meningkatkan penanganan interaksi negatif antara manusia dengan harimau sumatera dengan cara meningkatkan patroli secara intensif dan melakukan pemantauan keberadaan dari satwa usai mendapatkan laporan dari warga.
"Kita intensif melakukan patroli dan melakukan pemantauan di lokasi kemunculan harimau yang kita terima dari warga. Jalan itu menghubungkan Bukittinggi menuju Medan, Sumatera Utara,," katanya.
Ia mengatakan penanganan konflik satwa ini melibatkan BKSDA Sumbar, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Pasia Laweh, Pagari Salareh Aia, Pagari Baringin dan mahasiswa Kehutanan Universitas Negeri Riau (UNRI).
BKSDA juga memasang sejumlah kamera trap di lokasi kemunculan satwa dilindungi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
"Beberapa kamera jebak yang dipasang merekam keberadaan satwa tersebut," katanya.
Ia mengakui penanganan konflik dilakukan setelah mendapatkan laporan dari Wali Nagari Koto Rantang terkait warga setempat melihat beberapa ekor harimau, Sabtu (11/10) sekitar pukul 16.30 WIB.
Mendapatkan laporan itu, Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar menurut Tim Pagari Pasia Laweh, Pagari Baringin dan Pagari Salareh Aia untuk melakukan verifikasi awal, Minggu (12/10).
Setelah itu Wali Jorong Batu Gadang, melaporkan bahwa ada beberapa pengendara mobil yang melihat dua ekor harimau melintas di jalan lintas sumatera Bukittinggi-Medan, Minggu (12/10) sekitar pukul 00.30 WIB.
Pada Minggu (12/10) pada pukul 10.30 WIB, Wali Jorong melaporkan ada beberapa warga di sawah tidak jauh dari jalan lintas melihat dua ekor harimau dan mengabadikan dengan telpon genggam miliknya.
"Saat melakukan verifikasi lapangan, kami dan warga sempat berinteraksi langsung dengan harimau dan satwa menghindar ke kawasan hutan," katanya.
Ia mengimbau pengendara untuk berhati-hati saat melintasi jalan lintas sumatera tersebut.
Bagi warga, diminta tidak beraktivitas ke kebun sendirian, membatasi aktivitas di kebun pada sore, malam hari, mengandangkan ternak dan lainnya.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
BKSDA Sumbar Siapkan Tahapan Evakuasi Harimau Sumatera di BRIN Agam
-
Jakarta Fair 2025 Bakal Buka Jam Operasional hingga Pukul 23.00 WIB
-
Harimau Sumatera Muncul di Agam, BKSDA Sumbar Kerahkan Tim Gabungan untuk Penanganan
-
Empat Laga Sepak Bola Ditunda Usai Kematian Bos Kartel Picu Kekerasan di Meksiko
-
Tampil di Forum Internasional Mindtech & Smartcare 2025, ITSB Soroti Inovasi Digital untuk Kesehatan Mental Para Penambang di Indonesia
-
Nagelsmann Panggil Tiga Wajah Baru, Jerman Bidik Start Meyakinkan di Kualifikasi Piala Dunia
-
Zelenskiy Tawarkan Putaran Negosiasi Baru, Desak Gencatan Senjata Segera
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.