Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Makan Bergizi Gratis Serap Rp20,6 Triliun, Masih Jauh dari Target Rp71 Triliun

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 17:20 WIB | Oleh:
Program Makan Bergizi Gratis Serap Rp20,6 Triliun, Masih Jauh dari Target Rp71 Triliun Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10).

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp20,6 triliun atau sekitar 29 persen dari total pagu Rp71 triliun hingga 3 Oktober 2025. Program unggulan pemerintah itu telah menjangkau 31,2 juta penerima di seluruh Indonesia, dengan penyerapan terbesar di Pulau Jawa.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah (menjangkau) 31,2 juta penerima sampai dengan 3 Oktober 2025. Realisasi anggaran Rp20,6 triliun dari pagu Rp71 triliun, berarti sekitar 29 persen (penyerapan) dari total anggaran. Kalau kita lihat sebarannya sudah berlangsung di seluruh Indonesia,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan sebaran wilayah, Pulau Jawa menjadi penerima manfaat terbesar dengan 18,42 juta orang, disusul Sumatera sebanyak 6,60 juta orang, Sulawesi 2,33 juta orang, Bali-Nusa Tenggara 1,83 juta orang, Kalimantan 1,36 juta orang, serta Maluku-Papua 0,70 juta orang.

Saat ini sudah terdapat 10.572 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Luky Alfirman menyebut akselerasi pelaksanaan program MBG berjalan cukup baik.

"Sekarang bisa dilihat perkembangannya itu cukup baik. Kita harapkan, kita dorong terus ini sesuai dengan target pemerintah, dari Pak Presiden (Prabowo Subianto) untuk bisa mencapai 82,9 juta penerima manfaat," ujarnya.

Sementara, Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya mengungkapkan lembaganya tidak dapat menyerap seluruh anggaran yang disediakan tahun ini.

Dana sebesar Rp70 triliun dari dana cadangan akan dikembalikan kepada pemerintah karena kemungkinan tidak terserap.

“Tahun ini, BGN menerima alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun, ditambah dana standby Rp100 triliun. Dari total tersebut, Rp99 triliun berhasil terserap, sementara Rp70 triliun dikembalikan kepada Presiden Republik Indonesia karena kemungkinan tidak terserap di tahun ini,” jelas Dadan dalam keterangan resminya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menerangkan bahwa dana Rp70 triliun itu sebenarnya belum dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Yang saya tahu dia balikin Rp100 triliun dari anggaran yang dia sempat minta, tapi itu belum dianggarkan betul, jadi sebetulnya uangnya belum ada," kata dia.

Justru, Purbaya bakal terus memantau penyerapan anggaran yang memang sudah ditetapkan tahun ini, yakni sebesar Rp71 triliun agar terserap secara efektif.

Ia juga menekankan bahwa MBG merupakan program prioritas pemerintah yang penting untuk didorong agar penyerapan anggarannya optimal menjelang akhir tahun.

"Kan programnya bagus, harusnya kita dorong supaya lebih bagus penyerapannya. Ini akan saya lihat sampai akhir Oktober. Sekarang kan 29 persen kalau enggak salah penyerapannya kan? Nah, kita akan pastikan dia (MBG) bisa menyerap dengan baik Rp71 triliun sampai akhir tahun," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.