Gagal ke Piala Dunia 2026, Prabowo Bentuk Akademi Atlet Nasional dan Evaluasi Total

Selasa, 14 Okt 2025, 18:35 WIB

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan pembentukan akademi atau pusat penggemblengan atlet nasional yang fokus mempersiapkan talenta terbaik Indonesia untuk ajang-ajang internasional, terutama Olimpiade.

Instruksi itu ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam rapat terbatas yang digelar tak lama setelah Presiden kembali dari lawatan Mesir di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10).

Ket. Foto: Timnas Indonesia — Sumber: dok

“Bapak Presiden ingin kita mempunyai suatu akademi atau suatu tempat penggemblengan khusus untuk beberapa cabang-cabang olahraga yang memang kita harapkan itu bisa masuk ke Olimpiade dan harapannya tentu mendapatkan medali,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi seusai ratas.

Dikatakan Prasetyo, langkah tersebut diharapkan menjadi momentum perbaikan besar dalam sistem olahraga nasional agar Indonesia mampu tampil lebih kompetitif di level dunia.

Menurut Prasetyo, usulan itu lahir dari hasil evaluasi terhadap penampilan Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dikatakan Prasetyo, Presiden menginginkan adanya evaluasi secara menyeluruh terhadap sektor olahraga nasional.

"Secara spesifik memang Bapak Presiden menyampaikan kita harus membuat evaluasi menyeluruh. Bahkan tadi, sampai kepada diskusi tidak hanya masalah sepak bola," ujarnya.

Hadir dalam ratas yang digelar di Gedung VVIP Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yakni Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, CEO Danantara Rosan Roeslani, Menpora Erick Thohir, dan Mendikti Saintek Brian Yuliarto.

Minta Maaf

Menurut Prasetyo, Menpora telah menyampaikan permohonan maaf dalam rapat terbatas atas kegagalan ke Piala Dunia.

“Menteri Pemuda dan Olahraga, melaporkan kepada Bapak Presiden sekaligus memohon maaf bahwa Timnas kita belum berhasil untuk lolos ke Piala Dunia 2026," katanya.

Merespons permintaan maaf itu, kata Prasetyo, Presiden secara pribadi merasa berat hati menerima kenyataan bahwa Timnas belum berhasil lolos.

Kepala Negara mengingatkan kepada Erick agar sektor sepakbola Indonesia tidak berhenti berjuang dan segera menatap dua event besar berikutnya, yakni Piala Asia 2027 dan Olimpiade 2028.

Mensesneg menambahkan, Presiden Prabowo meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan performa sepak bola nasional.

Meski tidak menyinggung secara spesifik posisi pelatih kepala Patrick Kluivert, Presiden menekankan pentingnya langkah perbaikan yang terstruktur dan jangka panjang, kata Prasetyo menambahkan.

Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di fase kualifikasi zona Asia. Meski sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal kompetisi, skuad Garuda kehilangan konsistensi pada laga-laga krusial dan harus mengakui keunggulan tim-tim kuat seperti Irak dan Arab Saudi.

Kegagalan ini menjadi pukulan bagi publik sepak bola Tanah Air yang sempat berharap besar pada generasi muda seperti Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Justin Hubner.

  • Prabowo
  • Akademi Atlet Nasional
  • Timnas Indonesia Gagal Lolos ke Piala Dunia

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.