- Home
-
- Luar Negeri
-
- Maria Corina Machado Raih ...
Maria Corina Machado Raih Nobel Perdamaian 2025, Keputusan Dikritik Berbagai Pihak
Minggu, 12 Okt 2025, 21:56 WIBISTANBUL - Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, peraih Nobel Perdamaian 2025 atas perjuangannya memulihkan demokrasi di negaranya, kini menjadi sorotan akibat dukungan terhadap Israel di masa lalu serta seruannya agar ada intervensi asing di Venezuela.
Komite Nobel menyebut Machado sebagai âpejuang perdamaianâ dan âtokoh pemersatu utama dalam oposisi politik yang sebelumnya terpecah.â
Ketua Komite Nobel, Jorgen Watne Frydnes, mengatakan keberanian Machado telah âmenjaga nyala demokrasi tetap hidup di Venezuela di tengah kegelapan yang kian pekat.â Ia memuji Machado karena tetap bertahan di Venezuela meski menghadapi ancaman serius terhadap keselamatannya, dan menyebutnya sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme.
Namun, penghargaan tersebut segera menuai kritik.
Seperti dilaporkan NDTV World pada Sabtu, banyak pihak menyoroti pernyataan-pernyataan lama Machado yang mendukung Israel dan Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seraya menuduhnya mendukung genosida di Gaza.
Dalam salah satu unggahan lama yang kembali beredar, Machado menulis, âPerjuangan Venezuela adalah perjuangan Israel,â serta menyebut Israel sebagai âsekutu sejati kebebasan.â
Anggota parlemen Norwegia Bjornar Moxnes mengungkapkan bahwa Machado pernah menandatangani dokumen kerja sama dengan Partai Likud pada 2020, dan menilai hal itu tidak sejalan dengan tujuan pemberian penghargaan Nobel.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) juga mengecam penetapan Machado, menyebutnya sebagai âkeputusan yang tidak berperikemanusiaanâ dan menilai langkah tersebut merusak reputasi Komite Nobel.
Machado sebelumnya juga dikritik atas suratnya pada 2018 yang ditujukan kepada para pemimpin Israel dan Argentina, yang meminta dukungan untuk âmembongkar rezim kriminal Venezuela.â
Gelombang kritik semakin meluas setelah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang pemerintahannya menuduh Komite Nobel âmengutamakan politik ketimbang perdamaianâ karena dirinya merasa pantas mendapat penghargaan tersebut, menyatakan âsenang untuknyaâ ketika Machado mendedikasikan penghargaan itu untuk Trump. Ant/Anadolu
- Nobel
- sweden
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Wow! Mobil Ferrari yang Dikemudikan Michael Schumacher Pecahkan Rekor Formula Satu di Pelelangan
-
Trio Ilmuwan Pengembang Kerangka Logam-organik dari Jepang, Australia, dan AS, Raih Anugerah Nobel Kimia 2025
-
Timnas Italia Jaga Asa Lolos ke Piala Dunia 2026, Hajar Israel 3-0
-
Muslimat NU Bantu Percepat Penurunan "Stunting" di Lombok Utara
-
Tottenham Juara Liga Europa Usai Tundukkan Manchester United, Akhiri Puasa Gelar 17 Tahun
-
RSUD Jakarta Disiapkan Jadi RS Bertaraf Internasional
-
Antisipasi Pohon Tumbang, Jakarta Barat Tambah Personel Pemangkasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.