Langkah Mengejutkan! Prabowo Tunjuk Mentan Amran Pimpin Bapanas Gantikan Arief Prasetyo

Jumat, 10 Okt 2025, 22:50 WIB

JAKARTA – Penunjukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) oleh Presiden Prabowo Subianto menandai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pangan nasional.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat integrasi kebijakan antara sektor pertanian dan pangan guna memastikan ketersediaan, stabilitas harga, dan ketahanan pangan nasional.

Ket. Foto: Arsip Foto - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjawab pertanyaan awak media, di Jakarta, Kamis (9/10/2025). — Sumber: ANTARA/Harianto

Dengan pengalaman panjang Amran dalam bidang pertanian, keputusan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara hulu dan hilir sistem pangan, mulai dari produksi hingga distribusi.

Selain itu, penyatuan arah kebijakan antara Kementerian Pertanian dan Bapanas diyakini dapat meminimalkan tumpang tindih kewenangan yang selama ini menjadi hambatan dalam pengendalian pasokan dan harga pangan pokok.

Kendati demikian, tantangan besar masih menanti, terutama dalam mengatasi volatilitas harga komoditas strategis serta memperkuat sistem logistik pangan nasional.

Efektivitas penugasan ini akan sangat bergantung pada sejauh mana Bapanas mampu beradaptasi dengan pendekatan kebijakan yang lebih terintegrasi dan berbasis data, sesuai dengan visi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.

Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy saat dihubungi di Jakarta, Jumat (10/10) malam, membenarkan hal tersebut.

Sarwo mengatakan penunjukan tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Presiden tertanggal 9 Oktober 2025.

"Kalau SK-nya baru diterima tadi sore, memang sudah diganti, dalam SK-nya per tanggal 9 Oktober 2025, berarti kemarin," kata Sarwo.

Namun, kata Sarwo Edhy, dokumen resmi baru diterima oleh Kepala Bapanas pada Jumat sore di Jakarta.

"SK-nya baru diterima hari ini (Jumat,10/10), sore ini," ujarnya lagi.

Pada hari yang sama, kata Edhy, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi sebelumnya masih sempat masuk kantor seperti biasa di pagi hari, sebelum menerima informasi resmi mengenai keputusan pergantian tersebut pada sore harinya.

"Iya, iya, sempat masuk kantor sebentar. Dari pagi sih ada, hanya baru tahu beliau (Arief Prasetyo Adi) sore hari," kata Edhy singkat.

Sampai berita ini ditulis, Arief Prasetyo Adi belum merespons mengenai pergantian pucuk pimpinan di Bapanas tersebut.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang mengoordinasikan kebijakan pangan lintas sektor di Indonesia.

Lembaga ini dibentuk untuk memastikan sistem pangan nasional berjalan secara terpadu—mulai dari produksi, distribusi, hingga stabilisasi harga.

Dalam konteks ketahanan pangan, Bapanas menjadi simpul utama yang menghubungkan berbagai kementerian dan lembaga agar kebijakan tidak berjalan parsial atau tumpang tindih.

Secara fungsional, Bapanas bertanggung jawab menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan pokok bagi masyarakat.

Dalam praktiknya, lembaga ini berperan penting dalam mengendalikan pasokan saat terjadi gejolak harga, mengatur cadangan pangan pemerintah, serta memastikan rantai distribusi berjalan efisien dari petani hingga konsumen.

Namun, tantangan yang dihadapi tidak kecil. Kompleksitas rantai pasok pangan di Indonesia—yang melibatkan berbagai aktor dari hulu ke hilir—sering kali menyebabkan kebijakan tidak sinkron.

Selain itu, ketergantungan pada data yang belum sepenuhnya akurat dapat menghambat respons cepat terhadap krisis pangan.

Ke depan, penguatan Bapanas tidak hanya bergantung pada kapasitas kelembagaan, tetapi juga pada kemampuan membangun sistem data pangan terpadu, memperkuat koordinasi antarinstansi, dan memperluas peran dalam pengawasan pasar.

Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis bukti, Bapanas berpotensi menjadi motor utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan mengurangi kerentanan ekonomi akibat fluktuasi harga pangan global

  • Bapanas

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.