Indonesia Siap Jadi Pemain Utama! Menhut Beberkan Langkah Besar Bangun Ekosistem Pasar Karbon Kuat

Jumat, 10 Okt 2025, 22:20 WIB

JAKARTA – Membangun ekosistem pasar karbon yang tangguh dan inklusif menjadi langkah strategis dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah emisi.

Pasar karbon tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengendalian emisi, tetapi juga sebagai instrumen ekonomi yang mendorong inovasi hijau dan investasi berkelanjutan.

Ket. Foto: Ilustrasi - Hutan lindung sebagai penyerap karbon. — Sumber: Antara.

Tantangan utamanya terletak pada memastikan transparansi, kredibilitas pengukuran emisi, serta partisipasi luas dari berbagai sektor, termasuk pelaku usaha kecil dan daerah.

Pendekatan inklusif diperlukan agar manfaat ekonomi dari perdagangan karbon tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi juga memberi insentif bagi sektor produktif di tingkat lokal.

Dengan tata kelola yang kuat dan regulasi yang adaptif, ekosistem pasar karbon dapat menjadi motor penting bagi pertumbuhan hijau dan daya saing nasional di era transisi energi global.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan strategi penting yang perlu dilakukan Indonesia dalam membangun ekosistem pasar karbon yang tangguh dan inklusif.

“Untuk membangun ekosistem pasar karbon yang kuat, inklusif, dan terhubung secara global, pertama, Indonesia harus memastikan kejelasan aturannya,” kata Menhut Raja Antoni di acara Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Jakarta, Jumat (10/10).

Lebih lanjut, ia mengatakan strategi vital lainnya bagi Indonesia adalah menyelaraskan proses pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (measurement, reporting, verification/MRV) dengan praktik global.

Selain itu, Menhut juga menyebutkan Indonesia perlu untuk adaptif dengan teknologi terkini dan menarik investor strategis dalam proyek-proyek hijau.

“(Langkah selanjutnya) Menarik investor institusional untuk mendanai proyek-proyek mitigasi berbasis solusi alam, dan mencapai interoperabilitas dengan pasar karbon global,” ujar Raja Antoni.

“Melalui strategi-strategi utama ini, Indonesia akan menjadi pusat kelas dunia untuk pengembangan pasar karbon berkelanjutan,” imbuhnya.

Menhut menambahkan, melalui tata kelola yang lebih baik dan reformasi regulasi, Indonesia akan mengubah nilai ekonomi karbon hutan menjadi pendorong baru pertumbuhan hijau.

“Saya ingin menekankan bahwa Indonesia sedang membuka potensi Solusi Berbasis Alam (NbS), yang tidak hanya untuk kegiatan pengurangan karbon, tetapi juga untuk penghapusan karbon, seperti aforestasi, reforestasi, dan revegetasi (ARR),” kata Raja Antoni.

Pemerintah melalui Kemenhut, lanjut dia, mengembangkan peluang ini dalam tiga bidang spesifik, yaitu perhutanan sosial, konservasi, dan pengelolaan hutan lestari.

Lebih lanjut, Menhut mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan target nasional penanaman 10 juta hektare lahan terdegradasi dan kritis.

“Ini adalah upaya yang sangat besar, dan mencerminkan tekad politik Indonesia yang kuat untuk memulihkan ekosistem dan meningkatkan serapan karbon kita,” ujar dia.

Namun, Menhut mengatakan, pihaknya tidak dapat mencapainya sendirian, sehingga kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan.

“Kita membutuhkan kolaborasi yang kuat, baik itu dari sektor swasta, lembaga keuangan, masyarakat sipil, dan masyarakat lokal. Bersama-sama, kita dapat mengubah penyerapan karbon berbasis hutan menjadi nilai ekonomi yang nyata,” kata dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.