BP3MI NTT Ungkap 5 Jalur Resmi Kerja ke Luar Negeri, Mahasiswa Wajib Tahu!
Jumat, 10 Okt 2025, 02:30 WIBKUPANG -Â Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkenalkan lima skema penempatan kerja luar negeri kepada mahasiswa di Kupang. Langkah ini dilakukan untuk membuka wawasan generasi muda tentang peluang karier global yang aman, resmi, dan terlindungi oleh pemerintah.
âTerdapat lima skema penempatan bagi pencari kerja yang ingin mencari peluang karier di luar negeri,â kata Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI NTT Muhammad Geo Amang, di Kupang, Kamis.
Hal tersebut ia sampaikan dalam sesi sosialisasi interaktif kepada mahasiswa dan alumni dalam kegiatan pameran bursa kerja (job fair) di Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang.
Ia menjelaskan lima skema tersebut meliputi government to government (G to G) antara pemerintah Indonesia dan negara penempatan, government to private (G to P) antara pemerintah dan perusahaan swasta, private to private (P to P) antarperusahaan swasta, untuk kepentingan perusahaan sendiri (UKPS) bagi tenaga kerja perusahaan Indonesia yang dikirim ke luar negeri, dan skema mandiri bagi tenaga profesional.
âUntuk beberapa tahun ini di NTT, skema P to P masih mendominasi, mencapai lebih dari 90 persen penempatan,â katanya.
Ia menjelaskan kegiatan pameran bursa kerja tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan alumni terkait berbagai skema penempatan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Menurut dia, saat ini peluang kerja di luar negeri sudah terbuka luas dan dapat menjadi solusi keterbatasan lapangan pekerjaan di dalam negeri atau daerah.
âKami memiliki sangat banyak peluang kerja yang ada di luar negeri. Tinggal pencari kerja mempersiapkan kompetensinya, kesiapan dokumen, fisik, mental dan sebagainya untuk bisa meraih peluang kerja yang potensial ini,â katanya.
Ia mengajak para mahasiswa yang tertarik bekerja di luar negeri untuk mengikuti proses secara benar dan resmi, sehingga semua menjadi lebih mudah, terlindungi, dan tetap termonitor oleh pemerintah.
âSupaya kalau ada persoalan atau kendala, pemerintah langsung secara cepat memberikan penanganan, karena memang mereka terdata secara lengkap dan terjamin secara hukum,â katanya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, semakin banyak masyarakat atau pencari kerja yang dibekali pengetahuan dalam mempersiapkan diri serta mengutamakan jalur resmi sebelum berangkat kerja ke luar negeri.
- pekerja luar negeri
- mahasiswa
- ntt
- nusa tenggara timur
- luar negeri
- bp3mi ntt
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Tragedi Memilukan Prada Lucky, Baru 2 Bulan Jadi Prajurit TNI, Nyawa Melayang Diduga Akibat Penganiayaan Senior
-
Bagi-bagi Tumbler untuk Menekan Sampah Plastik DI Wilayah Serang
-
KPK Sita Dokumen Penting Kasus Digitalisasi SPBU PT Pertamina (Persero)
-
Tom Holland Ikut Mendesain Kostum Spider-Man Terbaru, Ini Alasannya
-
Temukan Tarif Termurah di Dunia dari Sebuah Penginapan Saat Peak Season seperti Lebaran
-
Jangan Jadi Korban Janji Palsu, Ribuan Calon Pekerja Migran Terancam Tertipu Modus Kerja Luar Negeri Ilegal
-
Citra Satelit: Puluhan Jet Tempur AS Terpantau Berada di Yordania
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.