Bintang Muda Meksiko Gilberto Mora Bidik Piala Dunia U-20 dan Karir di Eropa

Jumat, 10 Okt 2025, 08:48 WIB

CHILE- Nama Gilberto Mora tengah menjadi buah bibir di Piala Dunia U-20 di Chile. Di usianya yang baru 16 tahun, playmaker muda asal Meksiko itu tampil memikat dan menjadi motor permainan timnya di tengah absennya dua bintang muda dunia, Lamine Yamal (Barcelona) dan Franco Mastantuono (Real Madrid).

“Saya tidak tahu apakah saya dianggap bintang terbesar, dan saya juga tidak terlalu peduli soal itu. Saya rasa setiap pemain selalu bisa memberikan lebih,” ujar Mora kepada AFP sebelum laga babak 16 besar melawan tuan rumah Chile, di mana ia mencatat satu assist dalam kemenangan 4-1 untuk El Tri, Selasa (7/10).

Ket. Foto: Gilberto Mora — Sumber: AFP

Selanjutnya, Meksiko akan menghadapi Argentina atau Nigeria di perempat final. Namun, Mora sudah menatap jauh ke depan,ke Eropa, tempat ia bermimpi membangun karir besar.

“Pemain Meksiko sering kesulitan berkembang di Eropa. Bagi saya, yang penting bukan hanya sampai ke sana, tapi juga berhasil di sana,” tegasnya.

Lahir pada 14 Oktober 2008, Mora merupakan putra dari mantan pesepak bola Gilberto Mora Olayo. Namun, sang anak jauh melampaui jejak sang ayah dengan menorehkan berbagai rekor di usia muda.

Ia menjadi pemain termuda yang tampil untuk Club Tijuana,pada usia 15 tahun 10 bulan 5 hari bulan Agustus 2024dan juga pencetak gol termuda di Liga Meksiko hanya 12 hari setelah debutnya, ketika menjebol gawang Club León.

Tak berhenti di situ, Mora mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang tampil untuk timnas senior Meksiko, yakni pada usia 16 tahun 8 bulan 15 hari di perempat final Gold Cup 2025, di mana Meksiko akhirnya keluar sebagai juara.

“Saya sangat bahagia dengan apa yang telah saya capai, tapi saya tidak mau terlalu fokus pada rekor,” ucapnya dengan rendah hati.

Di Piala Dunia U-20 ini, Mora tampil luar biasa: tiga gol dalam tiga laga fase grup melawan Brasil, Spanyol, dan Maroko,grup yang disebut paling berat di turnamen. Dengan kecepatan, visi, dan kelincahan kakinya, ia kini difavoritkan meraih Sepatu Emas sekaligus Bola Emas, mengikuti jejak idolanya, Lionel Messi, yang memenangkan keduanya pada edisi 2005.

Dengan tinggi hanya 168 centimeter dan berat 62 kilogram, Mora mungkin terlihat mungil, namun kemampuannya mengontrol tempo permainan membuatnya tampil menonjol. Ia piawai bermain sebagai gelandang serang, playmaker, maupun penyerang kedua.

Performa cemerlangnya membuat sejumlah klub elite Eropa,termasuk Real Madrid, Arsenal, dan Bayern Munich,mulai memantau bakat muda ini. Ia kini berada di bawah naungan Rafaela Pimenta, agen ternama yang juga mewakili banyak bintang dunia.

“Orang-orang di seluruh dunia mulai membicarakannya,” kata Pimenta kepada saluran Spanyol La Sexta pada bulan Agustus lalu.

Namun, ketenaran tidak membuat Mora lupa diri. Ia dikenal disiplin, menjaga kehidupan pribadinya, dan tetap fokus pada Pendidikan,bahkan rutin mengikuti les bahasa Inggris pribadi sebagai persiapan menuju Eropa.

“Pelatih selalu berpesan agar saya tidak berhenti menjadi diri saya sendiri di lapangan dan selalu menjaga kaki saya tetap berpijak di bumi,” ungkapnya.

Ia juga menghindari media sosial secara berlebihan dan lebih memilih mendengar nasihat keluarganya. “Mereka selalu ada untuk mengingatkan mana yang benar dan mana yang salah,” ujarnya.

Pelatih timnas senior Meksiko, Javier Aguirre, pun tak ragu memuji kedewasaan Mora. “Pendidikan yang ia dapat, baik secara pribadi maupun profesional, luar biasa. Saya yakin anak ini tidak akan hancur oleh tekanan,” kata Aguirre.

Bagi Mora, kunci menjadi pemain top terletak pada mentalitas, kerendahan hati, dan kerja keras, bahkan di hari-hari sulit.

Jika segalanya berjalan sesuai rencana, ia bisa mencatat sejarah dengan tampil di tiga edisi Piala Dunia dalam 12 bulan: U-20 di Chile tahun ini, U-17 di Qatar bulan depan, dan kemudian,Piala Dunia 2026 bersama tim senior, yang akan digelar di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

“Saya bermimpi memenangkan Piala Dunia bersama tim nasional Meksiko,” katanya penuh keyakinan. “Dan saya juga ingin mengangkat trofi Liga Champions Eropa suatu hari nanti.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.