Pemkab Pasaman Sebut UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Kamis, 09 Okt 2025, 03:00 WIBLubuk Sikaping - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, Sumatera Barat, menilai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi daerah sehingga  diberikan ruang dan pembinaan ke depannya.
Bupati Pasaman Welly Suhehy di Lubuk Sikaping, Pasaman, Rabu (8/10), mengatakan ada 74 stan disediakan secara gratis sejak 1 sampai 11 Oktober 2025 dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 daerah itu.
"Kita bangga melihat semangat para pelaku usaha lokal yang terus berinovasi. Pemerintah akan terus mendorong agar produk Pasaman bisa menembus pasar yang lebih luas,â ujar Welly.
Ia bersama Wakil Bupati Parulian Dalimunte serta Forkopimda menyapa satu per satu pelaku usaha dan mengapresiasi ragam produk lokal yang ditampilkan mulai dari olahan makanan khas, kerajinan tangan, hingga produk kreatif masyarakat nagari (desa).
"Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah," katanya.
Para pelaku UMKM yang memenuhi halaman di sekitaran GOR Tuanku Rao memanfaatkan momen ramainya masyarakat melihat rangkaian hiburan yang dipersiapkan oleh Panitia HUT ke-80 Kabupaten Pasaman.
Salah seorang pedagang kopi cup gerobak, Iwan (34) mengaku jualannya laris manis dari menjelang sore hingga malam hari.
"Alhamdulillah, ada keberkahan di acara begini. Saya sekali buka 50 cup, habis terus," ujar Iwan.
Kopi yang di hari biasa dijual Rp8 ribu per cup, kini Iwan jual Rp10 ribu. Menurut dia, HUT Pasaman kali ini merupakan momentum buat para pedagang.
"Jarang-jarang acara ramai begini. Pembeli juga nggak mengeluh soal harganya segitu," katanya.
Namun, Iwan enggan menyebut berapa keuntungan yang telah ia peroleh. Ia hanya menyebut bahwa kopi cup gerobak miliknya sudah terjual lebih dari 300 cup.
"Kisaran itu. Ini rejeki buat ditabung dan keluarga," kata Iwan.
Penjual kopi cup itu sengaja membawa batu es dalam kresek dengan jumlah banyak. Tujuannya supaya jika habis langsung diisi kembali, terlihat mereka giat memasukkan batu-batu es kecil itu ke dalam barisan cup di nampannya menggunakan tangan.
Begitu juga Okfi Resti (38), pemilik brand Alfina, yang menjual aneka produk olahan lokal seperti pisang salai, dodol salak, dan kacang randang.
"Alhamdulillah, naik omzet selama bazar. Dari tanggal 1 sampai tanggal 6 Oktober saja, kami sudah meraih omzet kurang lebih Rp3 juta rupiah," kata Okfi Resti.
Sedangkan Agus (37), penjual mainan balon lampu, mainan bebek-bebekkan, dan tembak-tembakan membanderol jualannya Rp10 hingga Rp30 ribu. Balon yang ada lampu kelap kelipnya itu memakai batre tahan tiga hari.
Agus mengatakan hasil yang dikantonginya sudah sekitar Rp800 ribu. Dirinya berharap, makin sering ada acara seramai ini di GOR Tuanku Rao supaya pelaku-pelaku UMKM juga mendapat keuntungan.
"Kita ingin sering-sering ada acara di sini," katanya.
Adapun masyarakat yang meramaikan HUT ke-80 Pasaman tersebut, sempat berbelanja seperti air mineral hingga es teh manis bahkan mainan. Anak-anak mau mainan sambil menikmati pasar malam.
"Anak anak mau mainan slepetan lampu kitiran. Karena indah jika diterbangkan ke udara cahaya lampunya menyala," kata warga Tanjung Alai Pauh Lubuk Sikaping, Boy Candra Lubis (44).
- Pemkab Pasaman
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.