Mengkhawatirkan, Struktur Penyerapan Tenaga Kerja RI Perlu Diubah

Rabu, 08 Okt 2025, 01:15 WIB

Sebagian besar orang di Asia yang mencari pekerjaan berhasil mendapatkan, namun banyak di antara mereka bekerja pada bidang yang produktivitasnya rendah atau sektor informal.

JAKARTA - Bank Dunia pada Selasa (7/10) menyatakan generasi muda di seluruh Asia tengah berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Banyak di antara mereka yang terjebak dalam pekerjaan dengan produktivitas rendah yang dapat membebani stabilitas sosial karena rasa frustrasi sehingga memicu gelombang protes global. 

Ket. Foto: Bank Dunia pada Selasa (7/10) menyatakan generasi muda di seluruh Asia tengah berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang baik — Sumber: antara

Lembaga itu juga menyoroti kesenjangan yang terus-menerus antara pekerja yang lebih muda dan yang lebih berpengalaman di beberapa negara ekonomi Asia. Terbaru, satu dari tujuh generasi muda di Tiongkok dan Indonesia menganggur. Laporan itu memperingatkan bahwa jumlah orang yang rentan jatuh ke dalam kemiskinan kini lebih besar daripada kelas menengah di sebagian besar negara.

“Tingkat pengangguran umumnya tinggi, kaum muda kesulitan mencari pekerjaan,” sebut Bank Dunia dalam ekonomi regional terkini yang diterbitkan, Selasa (7/10). Lebih lanjut dikatakan, sebagian besar orang di Asia yang mencari pekerjaan berhasil mendapatkan, namun banyak di antara mereka bekerja pada bidang yang produktivitasnya rendah atau sektor informal.

Bank Dunia juga menyorot masih rendahnya partisipasi wanita dalam angkatan kerja di negara-negara Pasifik, dengan kesenjangan sekitar 15 poin persentase dibandingkan dengan pria di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

 Laporan itu juga menemukan bahwa sebagian besar pertumbuhan lapangan kerja di kawasan itu telah beralih dari manufaktur ke layanan berupah rendah, sehingga mengikis pencapaian yang pernah mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan. Pemerintah di seluruh Afrika dan Asia telah bergulat dengan lonjakan demonstrasi yang dipimpin oleh Generasi Z dalam beberapa bulan terakhir, dengan ribuan orang turun ke jalan di Filipina, Maroko, Madagaskar, Indonesia, Timor-Leste, Kenya, dan Mongolia untuk memprotes korupsi, pengangguran, dan kesenjangan yang semakin melebar.

Demonstrasi yang dipicu oleh kemarahan masyarakat atas pertunjukan kekayaan yang berlebihan oleh elit penguasa, telah menargetkan pemerintah di mana berhasil menggulingkan pemerintahan di Nepal dan Bangladesh. Tinjauan lebih dekat terhadap angka- angka di Asia menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di kalangan pekerja berusia 15- 24 tahun lebih dari 10 persen di tempat seperti Mongolia, Indonesia, dan Tiongkok.

 Sementara tingkat pengangguran di kalangan pekerja usia produktif berusia 25-54 tahun adalah 5 persen atau lebih rendah. Dari sisi penyedia lapangan kerja, Bank Dunia juga mencatat perusahaan yang berusia lima tahun atau kurang memainkan peranan besar dalam penciptaan lapangan kerja.

Di Malaysia dan Vietnam misalnya, mereka menyumbang 57 persen dari total lapangan kerja tetapi menyumbang 79 persen penciptaan lapangan kerja, namun peran mereka telah berkurang karena lebih sedikit perusahaan baru yang memasuki pasar.

Perdagangan juga telah meningkatkan lapangan kerja di negara-negara seperti Kamboja dan Vietnam, meskipun keuntungannya belum merata dan rentan terhadap guncangan global. “Negara-negara belum sepenuhnya menyadari manfaat dari pemindahan pekerja dari sektor dan perusahaan yang kurang produktif ke sektor dan perusahaan yang lebih produktif,” pungkas laporan Bank Dunia.

Tingkatkan Kualitas

Menanggapi laporan tersebut, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, Indonesia mempunyai struktur penyerapan tenaga kerja yang sebenarnya mengkhawatirkan. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi signifikan dalam menyerap tenaga kerja di Indonesia, yaitu sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional, dan berperan penting dalam mengurangi pengangguran serta kemiskinan.

Kemampuan penyerapan itu menjadikan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun demikian, dia meragukan klaim bahwa UMKM dapat menjadi tulang punggung yang kuat. Dengan operasional UMKM dilakukan secara informal, manajemen yang kurang baik, sumber daya manusia (SDM) dengan kapasitas terbatas serta akses permodalan yang terbatas, maka UMKM sangat rawan untuk bangkrut.

 Dengan demikian, kesempatan tenaga kerja juga mudah menyempit. Dia menegaskan, lapangan kerja yang tersedia juga tidak menjanjikan sesuai ketrampilan para pekerjanya dan tentu saja tidak memberikan pendapatan yang cukup. Oleh karena itu, struktur penyerapan tenaga kerja perlu dilakukan perubahan. “Dari sisi penawaran, tenaga kerja harus ditingkatkan kualitas dan ketrampilannya. Balai latihan kerja perlu diperbanyak dan ditingkatkan peran dan kualitasnya,” tutup Suhartoko.

  • Laporan Bank Dunia

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.