Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin Dukung Penuh Implementasi MPPN 2025–2029 untuk Ekonomi Inklusif

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 19:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kadin Dukung Penuh Implementasi MPPN 2025–2029 untuk Ekonomi Inklusif Doc: Antara
Ket. Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Nasional Kadin Indonesia Bayu Priawan Djokosoetono dalam acara peluncuran dokumen MPPN di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (7/10).

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional (MPPN) 2025-2029, yang disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas bekerja sama dengan Asian Productivity Organization (APO).

Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Nasional Kadin Indonesia Bayu Priawan Djokosoetono dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/10), mengatakan dokumen strategis ini diharapkan menjadi panduan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ini menjadi momen penting bagi kami untuk menyampaikan pandangan konkret kepada Bappenas dan kementerian terkait agar iklim produktivitas nasional dapat terus meningkat,” kata Bayu.

Adapun penyusunan MPPN dilakukan melalui serangkaian konsultasi bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk kementerian/lembaga terkait dan dunia usaha.

Lebih lanjut Bayu menambahkan, Kadin Indonesia juga berkomitmen mendukung penguatan kapasitas aparatur pemerintah serta mengajak dunia usaha untuk terus berinvestasi di Indonesia.

“Kami mendukung para pegawai pemerintah agar terus menjadi investasi konkret bagi kemajuan bangsa. Kami juga mengajak para pengusaha untuk yakin bahwa berinvestasi di Indonesia aman, dengan iklim usaha yang semakin kondusif,” kata dia lagi.

Selain itu, Bayu juga menyoroti tantangan Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

“Bagaimana keluar dari middle income trap? Mau tidak mau, ekonomi harus tumbuh hingga 7 persen, bahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) saat ini ditargetkan mencapai 8 persen. Salah satu kuncinya adalah mendorong kreativitas,” ujar dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.