• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 10 Tahun Perjalanan Synchr...

10 Tahun Perjalanan Synchronize Fest: Dari Panggung Goyang hingga Air Mata Haru, Bukan Sekadar Festival Tapi Revolusi Budaya

Selasa, 07 Okt 2025, 09:15 WIB

JAKARTA - Satu dekade bukan waktu yang sebentar, dan Synchronize Fest 2025 menjadikannya momen puncak penuh gebrakan yang tak main-main. Festival musik lintas genre yang dikenal tak hanya menyatukan penikmat musik Indonesia, kini membuktikan bahwa mereka adalah pusat gerakan budaya, bukan cuma perayaan tahunan biasa.

Selama tiga hari berturut-turut, ribuan penonton larut dalam euforia Synchronize Fest 2025, menyaksikan ratusan penampilan yang membakar panggung dari siang hingga malam. Tahun ini, tema #SalingSilang menjadi benang merah: kolaborasi, kejutan, dan semangat saling merangkul antargenre, antargenerasi, dan antarbudaya.

Ket. Foto: Festival Synchronize Fest 2025 — Sumber: SynchronizeFest 2025

Salah satu momen paling ikonik datang dari duet tak terduga Elvy Sukaesih dan Tokyo Ska Paradise Orchestra yang kembali satu panggung setelah hampir tiga dekade! Bayangkan, dangdut dan ska berpadu dengan magis di hadapan ribuan penonton. Lalu, aksi Kunto Aji dengan Yogyakarta Hadroh Clan hingga Haddad Alwi dan Opick memberikan warna spiritual dan emosional yang belum pernah ada sebelumnya.

Tak hanya konser, Synchronize Fest 2025 menyulap Hall D2 menjadi galeri seni dadakan bersama kolektif ruangrupa, memamerkan karya-karya eksperimental yang bahkan belum pernah tampil di negeri sendiri. Ini bukan festival biasa, ini arena seni multidisipliner!

Aksi panggung penuh energi hadir dari berbagai titik, Padi Reborn, Superman Is Dead, hingga kejutan nostalgia dari Centil Era. Stage invasion, crowd surfing, dan jeritan massa jadi pemandangan biasa di Dynamic, District, XYZ, hingga Forest Stage. Jangan lupa tribute penuh air mata untuk almarhum Ricky Siahaan (Seringai) dan Gusti Irwan Wibowo, yang mengaduk emosi ribuan penonton.

Namun, klimaks datang di detik-detik terakhir, saat White Chorus, The Panturas, hingga Prontaxan menutup festival dengan letupan energi maksimal. Meski malam semakin larut, semangat tak surut. Ribuan penonton tetap berdiri, berteriak, menari, dan larut dalam euforia yang sulit digambarkan dengan kata.

Synchronize Fest 2025 bukan hanya festival, ini adalah revolusi musikal dan kultural. Di usianya yang ke-10, festival ini sudah menancapkan tonggak sejarah baru. Satu dekade penuh kenangan, tangisan, tawa, dan lagu-lagu tak terlupakan.

Sampai jumpa di Synchronize Fest 2026, yang mana gerakan ini akan terus mengguncang Indonesia!

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.