Pengelolaan Data dan Inovasi Digital Jadi Kunci Melesatnya Industri Hiburan
Senin, 06 Okt 2025, 18:00 WIBJAKARTA â Industri hiburan Indonesia terus menunjukkan daya tahan dan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi global. Melalui forum LOKÃT Talks: Navigating Event Success with Data, tiga raksasa industri yakni LOKET, Indodana, dan TikTok yang memaparkan peran penting data, inovasi keuangan digital, dan strategi pemasaran media sosial dalam menjaga keberlanjutan industri hiburan tanah air.
Sejak tahun 2022 hingga Juli 2025, LOKET telah memfasilitasi lebih dari 25.000 acara di seluruh Indonesia, mencakup konser musik, pertunjukan, olahraga, pameran, hingga seminar. Data ini menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap hiburan langsung, sekaligus menjadi bukti bahwa sektor event kini menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif utama.
Kharisma Putra, VP Growth & Revenue LOKET, menjelaskan bahwa rata-rata harga tiket acara berada pada kisaran Rp100.000 hingga Rp225.000, dengan tingkat keterisian mencapai lebih dari 80 persen.
âPola musiman juga memperlihatkan bahwa konser banyak digelar di awal tahun serta kuartal keempat, sementara festival mendominasi pada bulan Juni dan Oktober. Menurut LOKET, pemanfaatan data ini bukan hanya membantu penyelenggara menentukan strategi penjualan yang lebih efektif, tetapi juga memungkinkan mereka menciptakan pengalaman yang lebih bernilai bagi audiens,â ujar Kharisma.
Ia menambahkan, analisis berbasis data memungkinkan penyelenggara memahami preferensi penonton secara lebih mendalam. Dengan pendekatan ini, strategi promosi, jadwal acara, hingga segmentasi pasar bisa diatur lebih presisi, sehingga setiap event memiliki peluang lebih besar untuk sukses.
Dari sisi finansial, Erita Christiani, VP of Marketing Indodana Paylater, mengungkapkan bahwa tren penggunaan layanan paylater untuk membeli tiket hiburan terus meningkat tajam.
âDi tengah menyusutnya anggaran hiburan masyarakat, minat terhadap konser, festival, dan acara hiburan lainnya tetap tinggi. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan pada penggunaan paylater di platform LOKET, di mana sepanjang 2023 hingga 2025 transaksi meningkat 44,05 persen, jumlah tiket terjual naik 51,21 persen, dan Gross Market Value tumbuh hingga 58,98 persen,â ungkapnya.
Erita menegaskan, fleksibilitas pembayaran menjadi kunci agar masyarakat tetap bisa mengakses hiburan tanpa terbebani kondisi finansial. Dengan sistem cicilan digital, masyarakat memiliki ruang untuk tetap menikmati pengalaman hiburan berkualitas sekaligus menjaga keseimbangan keuangan pribadi.
Sementara itu, dari sisi pemasaran digital, Shabina Gianti, Strategic Partnerships Business Development TikTok Indonesia & Malaysia, menyebut media sosial kini memainkan peran vital dalam memperluas jangkauan acara.
âDengan kekuatan konten singkat, tren berbasis komunitas, dan kolaborasi dengan kreator, TikTok memungkinkan sebuah acara tidak hanya hadir di lokasi, tetapi juga hidup lebih lama di dunia digital. Keberhasilan sebuah event tidak semata-mata diukur dari jumlah tiket yang terjual, tetapi juga dari bagaimana momen acara dapat terus dibicarakan, dibagikan, dan menjadi bagian dari percakapan audiens setelah acara berlangsung,â ujar Shabina.
TikTok, lanjutnya, kini menjadi ruang promosi utama bagi event organizer dalam menjangkau generasi muda. Melalui strategi storytelling visual dan interaksi komunitas, promosi acara dapat menjangkau audiens yang lebih luas dengan biaya yang jauh lebih efisien dibandingkan metode konvensional.
Kolaborasi antara LOKET, Indodana, dan TikTok ini menjadi bukti bahwa keberhasilan industri hiburan tidak hanya ditentukan oleh kreativitas acara, tetapi juga oleh kemampuan pelaku industri memanfaatkan data dan teknologi. Sinergi antara analisis data, inovasi layanan finansial, dan pemasaran digital membuka peluang baru bagi pertumbuhan industri hiburan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan berbasis data dan teknologi, penyelenggara acara kini memiliki peta yang lebih jelas untuk memahami perilaku audiens, mengelola risiko finansial, serta memperluas jangkauan promosi. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa masa depan industri hiburan Indonesia bukan hanya soal hiburan semata, tetapi juga tentang inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan ekonomi kreatif yang berpihak pada masyarakat.
- Sistem pengelolaan data
- Digitalisasi
- Industri Hiburan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Gen Z Cerdas Finansial: BPR/BPRS Siap Edukasi Lewat Teknologi Digital
-
Tips Jitu Merintis Bisnis Sejak Masa Kuliah
-
Bank Jakarta Dukung Digitalisasi Pasar di Jakarta
-
Dorong Jumlah Wisatawan RI, Tiongkok Jadikan Kekayaan Budaya Yunnan sebagai Unggulan Pariwisata
-
Digitalisasi, Kunci Keberlanjutan UMKM Agrifood
-
9 Software Stok Barang Unggulan Agar Pengelolaan Gudang Lebih Efisien
-
Djokovic dan Sinner Bidik Semifinal Prancis Open, Underdog Siap Bikin Kejutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.