Wamenpar: MotoGP Mandalika Catat Dampak Ekonomi Fantastis, Tembus Rp4,8 Triliun
Minggu, 05 Okt 2025, 21:35 WIBLOMBOK TENGAH â Gelaran MotoGP Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) jadi contoh nyata bagaimana sport tourism bisa dioptimalkan untuk mendorong ekonomi daerah dan nasional.
Ajang balap kelas dunia MotoGP Mandalika ini bukan cuma tontonan seru, tapi juga magnet besar buat wisatawan lokal dan mancanegara. Dampaknya meluas, mulai dari peningkatan hunian hotel, lonjakan pendapatan UMKM, hingga promosi gratis bagi pariwisata NTB di mata dunia.
Namun, tantangan dari gelaran MotoGP Mandalika kini adalah bagaimana menjaga momentum ini, yakni: memperbaiki akses, memperkuat layanan, dan memperbanyak event pendukung agar Mandalika tak hanya ramai saat MotoGP, tapi hidup sepanjang tahun sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengungkapkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 3-5 Oktober 2025, diperkirakan mencapai Rp4,8 triliun.
"Ini luar biasa dampaknya, karena yang juga saya lihat, hotel-hotel di sini, penuh. Bahkan, saya punya tim saja kesulitan mencari hotel. Tapi, syukurnya kita punya Poltekpar Lombok, saya tanya kepada Pak Direktur karena kita punya hotel di sana itu pun penuh," ujarnya di sela meninjau UMKM binaan ITDC di Sirkuit Mandalika, NTB, Minggu (5/10).
Selain hotel, Wamenpar, yang lebih dikenal dengan panggilan Ni Luh Puspa ini, mengungkapkan akomodasi khususnya transportasi juga sudah penuh.
Bahkan, maskapai Garuda Indonesia rute Jakarta-Lombok sampai menambah frekuensi penerbangannya.
Begitu pun penerbangan dari Bali-Lombok juga penuh.
Bahkan, kata dia, pegawai Injourney dari Bali harus naik kapal penyeberangan untuk sampai ke Lombok akibat penuhnya transportasi udara dampak pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika.
"Artinya, ada animo yang besar dari masyarakat dan wisatawan terhadap MotoGP Mandalika, sehingga multiplier effect-nya luar biasa sekali terjadi. Diperkirakan sekitar Rp4,8 triliun perputaran uang yang terjadi selama penyelenggaraan MotoGP di Mandalika," terangnya.
Ni Luh Puspa menilai secara keseluruhan penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2025 adalah yang terbaik dari pelaksanaan MotoGP sebelumnya sejak kejuaraan motor paling bergengsi di dunia itu pertama kali dilaksanakan di Mandalika pada 2022 silam.
"Memang ada beberapa catatan yang muncul. Tapi, saya pikir ini jauh paling bagus daripada gelaran yang pertama dan kedua. Catatan itu menjadi bahan evaluasi kita pada MotoGP selanjutnya, sehingga menjadi lebih bagus lagi dan dampaknya akan bertambah lagi tidak hanya pariwisata dari sisi jumlah kunjungan, tapi sisi UMKM lokal masyarakat juga semakin meningkat," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertahankan Gelar Juara pada UFC 319, Dricus Akan Tantang Chimaev
-
Indonesia dan Belanda Bangun Kolaborasi Pengembangan Hortikultura Berbasis “Greenhouse”
-
Menperin: Perpres Baru Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Angin Segar bagi Industri
-
Kalender MotoGP 2025 Resmi Diumumkan, Brasil Gantikan Argentina dan Indonesia Jadi Seri ke-18
-
RS Permata Keluarga Bekasi Hadir dengan Dokter Spesialis Lengkap dan Teknologi Modern
-
PM Jepang Tegaskan Seruan Penghapusan Semua Tarif Terhadap AS
-
Menhub: Pelabuhan Ciwandan dan Patimban Memungkinkan Atasi Kongesti di Tanjung Priok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.