Dua Orang Tewas dalam Serangan di Sebuah Sinagog di Manchester Inggris

Jumat, 03 Okt 2025, 11:53 WIB

MANCHESTER — Seorang pria menabrakkan mobilnya ke arah orang-orang di sebuah sinagog pada hari Kamis (2/10) di Manchester Inggris dan menikam dua orang hingga tewas pada perayaan hari suci orang Yahudi.

Associated Press melaporkan, petugas menembak mati pelaku, kata polisi, meskipun membutuhkan waktu untuk memastikan ia tewas karena pelaku mengenakan rompi yang membuatnya tampak seperti membawa bahan peledak. Polisi kemudian mengatakan ia tidak membawa bom.

Ket. Foto: Seorang polisi bersenjata di lokasi kejadian penusukan di sinagoge Jemaat Ibrani Heaton Park, di Crumpsall, Manchester, Inggris, Kamis, 2 Oktober 2025. — Sumber: AP

Kepolisian Metropolitan London yang memimpin operasi kepolisian antiterorisme nasional, menyatakan amukan pria tersebut sebagai serangan teroris. Serangan itu terjadi ketika orang-orang berkumpul di sebuah sinagoge Ortodoks di lingkungan pinggiran Manchester pada hari Yom Kippur, hari penebusan dosa dan hari paling sakral dalam kalender Yahudi.

Pihak berwenang mengatakan pria tersebut adalah warga negara Inggris berusia 35 tahun keturunan Suriah bernama Jihad Al-Shamie, yang masuk ke Inggris saat masih kecil dan menjadi warga negara pada tahun 2006.

Pemeriksaan awal catatan menunjukkan ia bukan bagian dari program antiteror Inggris yang mencoba mengidentifikasi orang-orang yang berisiko teradikalisasi.

Polisi juga mengatakan tiga orang telah ditangkap atas dugaan aksi terorisme. Mereka adalah dua pria berusia 30-an dan seorang wanita berusia 60-an.

Polisi mengatakan kedua orang yang tewas adalah orang Yahudi. Pihak berwenang sedang berupaya mengidentifikasi mereka secara resmi dan menentukan motif serangan.

Setidaknya tiga orang dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius, kata para pejabat. Satu orang menderita luka tusuk, sementara yang kedua tertabrak mobil dalam serangan tersebut. Orang ketiga tiba di rumah sakit dengan luka yang mungkin diderita saat petugas menghentikan penyerang. Orang keempat yang terluka dibawa ke rumah sakit, tetapi luka dan kondisinya belum diketahui.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam penyerang "keji" yang "menyerang orang Yahudi karena mereka adalah orang Yahudi." Ia berjanji kepada komunitas Yahudi akan melakukan "segala daya upaya untuk menjamin keamanan yang layak Anda dapatkan, dimulai dengan kehadiran polisi yang lebih terlihat."

"Saya berjanji kepada Anda bahwa dalam beberapa hari mendatang, Anda akan melihat Britania Raya yang lain, Britania Raya yang penuh kasih sayang, kesopanan, dan cinta," kata Starmer. "Saya berjanji kepada Anda bahwa Britania Raya ini akan bersatu untuk merangkul komunitas Anda dan menunjukkan kepada Anda bahwa Britania Raya adalah tempat di mana Anda dan keluarga Anda merasa aman, terlindungi, dan merasa memiliki."

Insiden antisemit di Inggris telah mencapai tingkat rekor setelah serangan Hamas terhadap Israel 7 Oktober 2023 dan dan serangan militer Israel berikutnya di Gaza, menurut Community Security Trust, sebuah kelompok advokasi untuk orang Yahudi Inggris.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.