Pemprov Sulsel dan JICA Berkolaborasi Tekan Pengangguran
Kamis, 02 Okt 2025, 09:03 WIBMAKASSAR â Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) perkuat kolaborasi dalam menekan pengangguran sekaligus meningkatkan sumber daya manusia (SDM).
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, di Makassar, Kamis (02/10), menerima langsung perwakilan JICA untuk membahas kelanjutan program kerja sama serta rencana penempatan tenaga kerja vokasi dari Sulsel ke Jepang.
Dalam kesempatan itu, JICA juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026 akan hadir tenaga ahli (advisor)Â baru yang akan melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya.
âPihak JICA menyampaikan memberi jaminan, insya Allah new advisor itu akan melanjutkan program-program yang telah diterapkan dan dicapai,â ujar Jufri Rahman.
Menurutnya, banyak kerja sama yang telah dijalankan Pemprov Sulsel bersama JICA, termasuk program perubahan pola pikir masyarakat di Kabupaten Takalar.
Kerja sama Pemprov Sulsel dengan JICA memberikan nilai tambah dalam pembangunan daerah, khususnya melalui pelatihan vokasi, peningkatan kapasitas masyarakat. Keberlanjutan program ini dapat mempercepat pencapaian pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
âSaya sarankan praktik baik yang sudah berhasil itu sebaiknya di-scaling up, diangkat ke level nasional, jadi program seluruh Indonesia,â ungkapnya.
Program di Takalar dinilai berhasil mengubah perilaku masyarakat dan dapat dijadikan benchmark untuk daerah lain.
Sekda Sulsel menawarkan agar JICA memperluas dukungan dalam bentuk pendampingan pelatihan bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
âJepang kan butuh tenaga kerja sekarang. JICA itu memotret tenaga kerja apa yang dibutuhkan di Jepang sekarang. Kemudian, kirimkan trainer, instruktur di Jepang untuk melatih keahlian yang dibutuhkan kepada sekolah-sekolah vokasi yang ada,â katanya.
Bagi masyarakat Sulsel, terutama lulusan SMK, kerja sama ini membuka peluang nyata untuk bekerja di Jepang setelah mengikuti pelatihan sesuai standar industri. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam menurunkan angka pengangguran di daerah.
âKalau sudah melewati pelatihan dan dianggap memiliki keterampilan, dikirim ke Jepang, diserap oleh pasar di sana, pasar kerja. Jadi, itu win-win solution kan,â tambahnya.
Senior Representative JICA Indonesia Office, Okamura Kenji menyatakan bahwa kerja sama dengan Pemprov Sulsel tidak hanya berfokus pada tenaga kerja, tetapi juga pada isu pembangunan daerah.
JICA berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan di Sulsel, termasuk melalui program pelatihan, peningkatan kapasitas, dan penanggulangan kemiskinan.
- Pemprov Sulsel
- Japan International Cooperation Agency (JICA)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kolaborasi Wuling-Grab Perluas Armada Kendaraan Listrik untuk Kejar Pertumbuhan
-
Tampil Perdana di PKB 2026, 29 Akademisi UNY Sukses Hipnotis Publik Bali Lewat Aksi Ini!
-
Siaga! Rob Mengintai Pulau-Pulau Wisata, Kepulauan Seribu Lakukan Langkah Darurat
-
Italian Open: Ruud Singkirkan Musetti, Lolos ke Perempat Final
-
Polisi Selidiki Ledakan Bom Rakitan di SMAN 72 Jakarta, Diduga Terkait Aksi Balas Dendam
-
Pemprov Sulsel Bomitmen Perhatikan Kesejahteraan Guru
-
Tunggal Putri Mariska Tunjung Mundur dari Pelatnas PBSI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.