Pameran Batik “Merawit Rasa” di Museum Tekstil Jakarta, Bikin Kamu Makin Bangga Pakai Batik!

Kamis, 02 Okt 2025, 14:30 WIB

JAKARTA — Museum Tekstil Jakarta resmi membuka Pameran Batik "Merawit Rasa" pada 2 Oktober 2025 untuk memperingati Hari Batik Nasional. Pameran ini bisa dinikmati masyarakat mulai 3 Oktober hingga 30 November 2025.

Dalam pameran ini, pengunjung diajak menyelami keindahan Batik Merawit Cirebon yang sarat makna budaya. Detail motif ikonik seperti Mega Mendung, Singabarong, dan Wadasan dipamerkan dengan tampilan yang menawan.

Ket. Foto: — Sumber: Pexels

"Merawit Rasa" bukan sekadar pameran, melainkan ruang apresiasi terhadap warisan batik sebagai identitas bangsa. Museum Tekstil Jakarta menegaskan bahwa pameran ini hadir untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik.

Bagi pengunjung yang ingin datang, Museum Tekstil Jakarta berlokasi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Akses menuju lokasi sangat mudah karena bisa dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum, mulai dari KRL, MRT, hingga TransJakarta.

Jika menggunakan KRL dari Stasiun Jakarta Kota, Bogor, Depok, Nambo, atau Bekasi, pengunjung bisa transit di Stasiun Manggarai lalu melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanah Abang. Dari Tanah Abang, jarak ke Museum Tekstil hanya sekitar 550 meter yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki 8 menit atau naik ojek online selama 5 menit.

Bagi pengguna MRT, rute tercepat adalah turun di Stasiun Bundaran HI. Dari sana, perjalanan bisa dilanjutkan dengan transportasi online menuju Museum Tekstil dengan jarak sekitar 3,8 kilometer dan waktu tempuh 9 menit.

Sementara itu, bagi pengguna bus TransJakarta tersedia beberapa pilihan koridor yang berhenti di Halte Slipi Petamburan. Di antaranya adalah koridor 3F Kalideres–GBK, 9A PGC 2, 9 Pinang Ranti–Pluit, 9K Kampung Rambutan–Pluit, dan 10H Blok M–Tanjung Priok.

Setelah turun di Halte Slipi Petamburan, perjalanan ke Museum Tekstil dapat dilanjutkan dengan ojek online atau ojek pangkalan. Jaraknya sekitar 2,1 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 5 menit.

Pameran ini diperkirakan akan menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, terutama generasi muda. Mereka dapat belajar sekaligus melihat langsung detail batik khas Cirebon yang selama ini hanya dikenal melalui buku atau cerita.

Motif Mega Mendung, misalnya, sarat dengan filosofi kesabaran dan ketenangan. Sedangkan motif Singabarong menggambarkan kekuatan, serta Wadasan yang melambangkan keteguhan. Semua motif ini dikemas dalam pameran dengan sentuhan modern namun tetap menjaga nilai tradisinya.

Museum Tekstil Jakarta juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung untuk meramaikan pameran. Mulai dari workshop batik, diskusi budaya, hingga pameran interaktif yang bisa diikuti pengunjung.

Dengan adanya pameran ini, Jakarta kembali menegaskan diri sebagai kota budaya yang terbuka untuk mengapresiasi warisan bangsa. Pameran "Merawit Rasa" pun menjadi salah satu agenda penting dalam perayaan Hari Batik Nasional 2025.

Pameran ini terbuka untuk umum dengan jam operasional sesuai regulasi Museum Tekstil Jakarta. Pengunjung diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk merasakan langsung kekayaan batik yang menjadi bagian penting dari jati diri bangsa Indonesia.

Bagi yang belum pernah berkunjung ke Museum Tekstil, pameran ini bisa jadi alasan kuat untuk datang. Selain belajar sejarah, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman visual yang membuat batik semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan kehadiran pameran "Merawit Rasa", batik tidak hanya dipandang sebagai kain tradisional. Lebih dari itu, batik adalah warisan budaya dunia yang harus terus dijaga, dihargai, dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.