Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sapi Gama, Hasil Riset 13 Tahun UGM Resmi Diakui Kementan

6 Rabu, 01 Okt 2025, 18:10 WIB | Oleh:
Sapi Gama, Hasil Riset 13 Tahun UGM Resmi Diakui Kementan Sapi Gama, Hasil Riset 13 Tahun UGM Resmi Diakui Kementan Doc: Dok. ugm.ac.id

YOGYAKARTA – Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berhasil melahirkan rumpun sapi pedaging baru di Indonesia yang dinamakan Sapi Gama (Gagah dan Macho). Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Pertanian RI No 840/Kpts/HK.150/M/09/2025, yang diserahkan langsung Wakil Menteri Pertanian Sudaryono kepada UGM pada acara pelepasan di Bogor, Minggu (21/9).

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menegaskan, pengakuan sebagai rumpun baru bukanlah akhir dari penelitian panjang, melainkan titik awal pengembangan populasi.

“Kita ingin terus melakukan pengembangan populasi sapi gama secara berkelanjutan, dalam rangka mencapai cita-cita kedaulatan pangan,” ujarnya, Rabu (1/10).

Sapi Gama merupakan hasil persilangan pejantan Belgian Blue dengan induk Brahman Cross terseleksi. Persilangan itu menghasilkan sapi dengan beberapa keunggulan: adaptif pada iklim tropis, berotot ganda, dan menghasilkan daging premium. Proses penelitian ini telah berjalan lebih dari 13 tahun.

Prof. Dr. Ir. Ali Agus, salah satu peneliti, menjelaskan bahwa tantangan utama dari Belgian Blue adalah kesulitan persalinan akibat ukuran anak sapi yang besar. Karena itu, digunakan Brahman Cross yang memiliki badan dan pinggul lebih besar sehingga lebih mudah melahirkan.

“Kendala kita selama ini di Indonesia, sapi-sapi kesulitan melahirkan, kemudian harus operasi sesar, sehingga ini banyak tantangan. Nah, kami tidak menyerah terhadap tantangan itu, kami melakukan pilihan-pilihan strategis,” tuturnya.

Ali menambahkan, anak Sapi Gama rata-rata berbobot 36 kilogram, lebih kecil dibandingkan Belgian Blue (40–60 kilogram). Namun, sapi ini tumbuh cepat dengan pakan yang baik. Dalam usia 30 bulan atau 2,5 tahun, bobotnya bisa mencapai 700–800 kilogram.

“Yang kelebihan lainnya, karkasnya itu di atas 65 persen,” jelasnya.

Karkas merupakan bagian daging utuh setelah hewan dipotong dan dipisahkan dari tulang serta organ lain. Berdasarkan penelitian, persentase karkas Sapi Gama rata-rata mencapai 65 persen bahkan tertinggi 68 persen.

Ali berharap, keberadaan Sapi Gama akan memperkuat kemandirian produksi daging premium dalam negeri.

“Mudah-mudahan menjadi salah satu varian baru untuk mendukung kebutuhan daging-daging sapi premium, yang itu produk Indonesia,” ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Seskab: Bali Segera Milki Punya Jalur Kereta Api

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Seskab: Bali Segera Milki P...

Prancis Kembali Diguncang Aksi Demo

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Prancis Kembali Diguncang A...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.