IHSG Anjlok ke 8.043, Sentimen AS Bikin Pasar Saham RI Berdarah
Rabu, 01 Okt 2025, 17:24 WIBJAKARTA -Â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,21 persen ke level 8.043,82 pada perdagangan Rabu (1/10). Meski inflasi Indonesia stabil dan neraca perdagangan surplus, pasar saham Tanah Air tetap tertekan oleh kekhawatiran global, terutama ancaman shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS).
IHSG ditutup melemah 17,24 atau 0,21 persen ke posisi 8.043,82. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,49 poin atau 1,20 persen ke posisi 784,49.
âTerjaganya laju inflasi, berpotensi memberikan ruang untuk Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunganya. Penurunan suku bunga dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pelaku usaha untuk berinvestasi lebih banyak, yang pada gilirannya dapat menopang pertumbuhan ekonomi,â ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Indonesia sebesar 0,21 persen month to month (mtm) atau sebesar 2,65 persen year on year (yoy) pada September 2025, atau tetap berada dalam target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5 hingga 3,5 persen.
BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia periode Agustus 2025 tercatat surplus sebesar 5,49 miliar dolar AS, yang mana ekspor tercatat sebesar 24,96 miliar dolar AS dan impor sebesar 19,43 miliar dolar AS.
Selanjutnya, S&P Global melaporkan Purchasing Managersâ Index (PMI) Manufaktur Indonesia bulan September 2025 berada di level 50,4, atau masih di zona ekspansi namun melambat dari sebelumnya berada di level 51,5 pada Agustus 2025.
Dari mancanegara, pelaku pasar terbebani kekhawatiran terkait kemungkinan shutdown (penutupan) pemerintah Amerika Serikat (AS) setelah Kongres AS gagal meloloskan RUU pendanaan.
Secara politik, Partai Republik dan Partai Demokrat di AS saling menyalahkan atas kebuntuan tersebut, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar dan pasar global yang memantau ekonomi terbesar di dunia.
Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen AS turun dari sebelumnya 97,8 menjadi 94,2, atau terendah sejak lima bulan terakhir tertekan ekspektasi kemudahan mendapat pekerjaan, sehingga memberikan spekulasi potensi The Fed akan melanjutkan memangkas suku bunga acuannya.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang menguat sebesar 4,93 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 1,39 persen dan 0,73 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 0,99 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor properti yang masing-masing turun sebesar 0,80 persen dan 0,46 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu UFOE, ASLI, TFAS, ESTA, dan BAJA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PNSE, PGLI, GTRA, ARGO, dan UDNG.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.840.277 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 59,47 miliar lembar saham senilai Rp23,98 triliun. Sebanyak 289 saham naik, 378 saham menurun, dan 130 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 376,63 poin atau 0,84 persen ke 44.556,00, indeks Hang Seng menguat 232,68 poin atau 0,87 persen ke 26.855,56, indeks Shanghai menguat 20,25 poin atau 0,52 persen ke 3.882,78, dan indeks Strait Times menguat 17,41 poin atau 0,40 persen ke 4.317,57.
- pasar saham
- ihsg
- ihsg anjlok
- sentimen as
- shutdown as
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Liga Champions: Gol Penalti Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan di Kandang Newcastle
-
Dishub DKI Tambah 13 Bus Sekolah Khusus untuk Siswa Disabilitas
-
Aktris Legendaris Prancis, Brigitte Bardot, Meninggal Dunia pada Usia 91 Tahun
-
IHSG ditutup melemah dan terkorek 3,54 Persensi
-
KPK Panggil Kepala BPKAD Pati Febes Mulyono Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Sudewo
-
Persija Buka Suara Terkait Masalah Latihan Borneo FC Jelang Laga di JIS
-
Kemenpar Sebut Ajang DXI 2026 Perkuat Posisi Wisata Petualangan Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.