Cianjur Kandangkan 31 Kepala Sekolah, Wah Ada Apa Ini

Selasa, 30 Sep 2025, 06:30 WIB

CIANJUR – Ada tindakan yang mengagetkan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dinas mengandangkan alias memberhentikan 31 kepala sekolah berbagai tingkatan mulai dari TK sampai SMP. Mereka diberhentikan karena telah menjabat lebih dari dua periode atau delapan tahun.

Kepala Bidang GTK Disdikpora Kabupaten Cianjur Wawan Sutiawan di Cianjur Senin, mengatakan hal tersebut dilakukan berdasarkan Permendiknasmen Nomor 7 Tahun 2025 yang mengatur masa jabatan kepala sekolah maksimal dua periode. "Satu periode jabatan kepala sekolah berlangsung selama empat tahun, sehingga kepala sekolah hanya dapat menjabat selama delapan tahun atau dua periode," katanya.

Ket. Foto: kepala sekolah harus tangani keracunan mbg — Sumber: ist

Posisi kepala sekolah dapat ditambah satu periode menjadi 12 tahun dengan syarat memiliki nilai kinerja sangat baik selama dua tahun berturut-turut dan tidak ada bakal calon kepala sekolah di wilayah tersebut. Namun aturan yang memperbolehkan perpanjangan hingga 12 tahun, tutur dia peluangnya sangat kecil karena jumlah bakal calon kepala sekolah di Cianjur terbilang banyak, sehingga sebagian besar hanya menjabat selama dua periode.

"Untuk kepala sekolah yang sudah menjabat lebih dari itu seperti empat periode atau 16 tahun, aturan memberi mereka kesempatan untuk menyelesaikan periode berjalan namun tidak dapat lagi diperpanjang," katanya. Pihaknya merinci dari 31 kepala sekolah yang diberhentikan, 21 orang di antaranya berasal dari tingkat SD, 7 dari SMP, dan 3 dari TK, sedangkan sementara posisi mereka diisi pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen kepala sekolah baru.

Sebagian mereka yang diberhentikan rata-rata sudah menjabat lebih dari 16 tahun, sedangkan sisanya yang mencapai ratusan orang akan diberhentikan setelah masa jabatannya habis mulai dari periode kedua, ketiga, maupun keempat. "Ke depan masih banyak yang akan diberhentikan sebagai kepala sekolah karena jabatannya sudah lebih dari dua periode mulia dari tingkat TK, SD sampai SMP," katanya.

Perlu dicermati baha pendidikan Indonesia banyak tertinggal. Ini dikritik dari hasil rendahnya capaian dalam Programme for International Student Assessment (PISA). Skor PISA 2023 menempatkan Indonesia di peringkat 68 dari 81 negara dengan skor matematika (379), sains (398), dan membaca (371), jauh di bawah rata-rata internasional (Matematika: 472, Sains: 485, Membaca: 476). Nilai sains Indonesia bahkan termasuk rendah di tingkat Asean dibanding Singapura, Vietnam, dan Malaysia.

Kondisi ini diperparah oleh dampak learning loss akibat pandemi yang masih terasa hingga kini, yang menurunkan motivasi, kemampuan, dan pencapaian akademis siswa. GNN merupakan salah satu upaya konkret Kemendikdasmen untuk menjawab tantangan learning loss tersebut

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.