Beri Peluang Kerja Kaum Disabilitas, Khofifah Tegaskan Komitmen Kesetaraan dalam Job Fair Inklusif 2025
Selasa, 30 Sep 2025, 21:53 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Job Fair Inklusif 2025 dengan tagline âMerdeka Berkarirâ bertema âFind Your Bright Futureâ di Dyandra Convention Center Surabaya, Selasa (30/9).Â
Event ketenagakerjaan terbesar di Jawa Timur ini digelar selama dua hari, 30 Septemberâ1 Oktober 2025 pukul 09.00â16.00 WIB ini menghadirkan ribuan peluang kerja sebagai upaya menjawab kebutuhan pencari kerja di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah menegaskan komitmennya mewujudkan akses kerja setara untuk masyarakat. Melalui Job Fair Inklusif dapat memperluas akses lapangan kerja dan membantu masyarakat menemukan peluang karier sesuai minat dan kompetensi.
Menurutnya, upaya mendorong akses pasar kerja yang lebih inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama kepada angkatan kerja penyandang disabilitas. Salah satunya layanan 'Jatim BISSA' (Basis Data Disabilitas Berdaya) sebagai pengembangan dari layanan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan.Â
"Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa sesuatu yang dikerjakan bersama akan memberikan manfaat luar biasa dalam melayani masyarakat,â tuturnya.Â
Untuk itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh pencari kerja untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga mampu menikmati setiap tahapan sebagai bagian dari proses tumbuh dan berkembang.Â
"Dengan tekad dan ketekunan, setiap orang akan mampu menemukan serta memantapkan kariernya di masa depan," jelasnya.Â
Apalagi Job Fair ini melibatkan 67Â perusahaan dengan 5.589 lowongan kerja di dalam maupun luar negeri, termasuk 9 perusahaan yang secara khusus membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas maupun non-disabilitas.Â
"Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjawab kebutuhan para pencari kerja, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," kata Khofifah.Â
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyoroti adanya kendala di pasar tenaga kerja, yakni ketidakcocokan antara kebutuhan industri dengan kualifikasi pencari kerja (missmatch), informasi lowongan kerja tidak berjalan sebagaimana mestinya (mislink), serta ketidaksesuaian lokasi atau jabatan yang ditawarkan dengan keinginan pencari kerja.Â
"Tidak sekadar kesesuaian antara skill dengan kebutuhan tenaga kerja, melainkan linier dengan masing-masing pencari kerja sehingga ada kesesuaian di bidang apa dan dimana. Untuk itu Job Fair diharapkan hadir dapat menjadi solusi," tuturnya.Â
Gubernur Khofifah juga mengatakan, kondisi ketenagakerjaan Jawa Timur juga terus membaik. Rilis Sakernas BPS Jawa Timur mencatat, pada Februari 2025 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur sebesar 3,61 persen, turun 0,13 persen poin dibanding tahun sebelumnya.Â
âDari tahun ke tahun, TPT Jawa Timur selalu berada di bawah rata-rata nasional," ungkapnya.Â
Kondisi positif juga terlihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang pada Februari 2025 mencapai 74,25 persen, naik 1,23 persen poin dibanding tahun sebelumnya.Â
Jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 23,86 juta orang, bertambah 628,62 ribu dari Februari 2024. Namun, masih ada lebih dari 894 ribu pencari kerja di Jawa Timur yang belum terserap.Â
"Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, perguruan tinggi, swasta, media, dan masyarakat harus bersinergi, berkolaborasi dan bermitra untuk mengurangi pengangguran di Jawa Timur," jelasnya.Â
Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kondisi ketenagakerjaan. Ekonomi Jawa Timur terus menunjukkan kinerja positif. Pada Triwulan II tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat sebesar 5,23% (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional sebesar 5,12%.Â
âIni menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai salah satu motor penggerak utama ekonomi Indonesia," ungkapnya.Â
Lebih lanjut disampaikannya, konsep 'Merdeka Berkarir' dalam menyiapkan angkatan kerja Jawa Timur sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045. Kerja sama seluruh elemen Jawa Timur sangat diperlukan untuk bergerak bersama mendukung pengurangan pengangguran di Jawa Timur.
Sementara itu, salah satu pencari kerja Mudratul lulusan kimia Universitas Airlangga mengatakan adanya job fair sangat membantu dan bermanfaat membantu pencari kerja.
"Selain itu mempermudah cara melamarnya karena ada barcodenya juga sekali tap jadi sangat memudahkan," tuturnya.Â
Hal senada disampaikan Rizki asal Pare Kediri yang masih semester 3 jurusan informatika di Universitas Terbuka mengatakan job fair sangat membantu terutama untuk jobseeker baik yang sudah berpengalaman maupun fresgraduate dalam mencari peluang kerja.Â
"Job fair memberi wadah bagi pencari kerja terutama job seeker tentang brand awarnes dari masing perusahaan di job fair," ungkapnya.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Iran Ogah Berunding Dibawah Blokade
-
Proyek Sekolah Rakyat Jateng 2 Capai 30,3 Persen, Kementerian Sosial Targetkan Selesai Juni 2026
-
Wang Uji Ketangguhan Alexandra Eala
-
Ratusan Eks Karyawan Situbondo Belum Terima Hak, Perusahaan Janji Bayar Dicicil
-
Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
-
Real Madrid Tutup Musim 2025/2026 dengan Kemenangan Telak 4-2 Atas Athletic Club
-
Barasuara Tampil di Nipah Park Makassar, Pengunjung Melonjak 21 Persen Tembus 11 Ribu
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.