Trump Undang Netanyahu ke Gedung Putih: Perdamaian Gaza di Ujung Tanduk?

Senin, 29 Sep 2025, 20:45 WIB

JAKARTA – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pertemuan penting dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Senin (29/9/2025). Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan rencana damai terbaru untuk Gaza yang sedang digodok oleh pemerintahan Trump.

Trump menilai rencana damai tersebut bisa menjadi langkah historis dalam meredakan ketegangan panjang di Timur Tengah. Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mendorong solusi damai yang realistis bagi kedua belah pihak.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

“Kesepakatan ini bisa menjadi titik balik bagi perdamaian kawasan, dan kami berusaha menciptakan jalan keluar yang adil,” kata Trump dalam pernyataannya.

Netanyahu menyambut baik inisiatif yang diajukan Trump dengan menegaskan pentingnya dukungan kuat dari Amerika Serikat. Ia menilai rencana damai ini harus memprioritaskan keamanan Israel sekaligus membuka peluang rekonstruksi bagi Gaza.

“Kami menghargai komitmen AS dalam mendorong perdamaian dan memastikan keamanan Israel,” ujar Netanyahu usai pertemuan.

Pertemuan di Gedung Putih tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tensi politik global. Konflik Gaza yang kembali memanas beberapa bulan terakhir menimbulkan kekhawatiran dunia internasional.

Sumber diplomatik menyebut bahwa rencana damai yang dibahas mencakup pengaturan keamanan baru di perbatasan. Selain itu, ada juga agenda bantuan ekonomi besar-besaran untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang.

Trump menegaskan bahwa keterlibatan AS dalam inisiatif ini bukan sekadar politik, melainkan upaya serius untuk menciptakan stabilitas kawasan. Ia berharap negara-negara Arab juga bisa mendukung langkah ini demi tercapainya perdamaian jangka panjang.

Meski demikian, rencana damai ini masih menuai skeptisisme dari sejumlah pihak. Pengamat menilai tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan di antara pihak yang selama ini saling bermusuhan.

Negara-negara Eropa menyambut hati-hati pertemuan Trump dan Netanyahu ini. Mereka menekankan pentingnya melibatkan Palestina dalam setiap proses negosiasi agar hasilnya tidak timpang.

Sementara itu, kelompok-kelompok di Gaza menyatakan belum mendapatkan detail resmi mengenai isi rencana tersebut. Mereka menilai langkah Trump hanyalah upaya politik yang belum tentu membawa perubahan nyata di lapangan.

Pemerintah Palestina sendiri menegaskan posisi mereka tetap konsisten, yakni menuntut kemerdekaan penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Hal ini dipandang sebagai kunci utama dalam setiap perundingan damai.

Pertemuan Gedung Putih ini dianggap sebagai salah satu manuver politik terbesar Trump sejak kembali aktif di kancah internasional. Banyak pihak menunggu apakah inisiatif ini akan benar-benar terealisasi atau hanya sekadar wacana politik.

Jika rencana damai ini berhasil, Trump dan Netanyahu berpotensi mencatat sejarah baru dalam hubungan Israel-Palestina. Namun jika gagal, konflik Gaza bisa semakin membara dengan dampak luas bagi stabilitas global.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.