Rupiah Masih Tertekan, 29 September 2025

Senin, 29 Sep 2025, 09:35 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih tertekan awal pekan ini karena potensi berlanjutnya penguatan indeks dollar AS. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sikap in­vestor yang menantikan sejumlah data penting ekonomi, baik dari dalam negeri maupuh global, seperti data inflasi dan perdagangan Indonesia serta data tenaga kerja Ame­rika Serikat (AS) atau non-farm payrolls (NFP).

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong melihat dollar AS rebound cukup kuat oleh pernyataan Gu­bernur The Fed Jerome Powell yang dianggap hawkish ten­tang prospek suku bunga. Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat, seperti revisi data PDB kuar­tal II dan klaim pengangguran, turut menjadi pemicu pe­nguatan dollar.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Menurut Lukman, sepekan depan rupiah masih dalam tekanan, dan BI dipastikan akan sangat aktif menginter­vensi. Pemerintah juga diharapkan memberikan penje­lasan untuk menenangkan masyarakat seputar kebijakan ekspansif dan kenaikan suku bunga simpanan dollar AS oleh bank-bank pelat merah.

Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (29/9), bergerak di kisaran 16.600–17.000 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan me­lemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (26/9) sore, menguat sebe­sar 11 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya men­jadi 16.738 rupiah per dollar AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.