Modernisasi Pabrik Tua: Pacu Produktivitas dan Ciptakan Efisiensi Bisnis, Strategi Pupuk Indonesia Jaga Ketahanan Pangan

Senin, 29 Sep 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Revitalisasi industri pupuk sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah ancamana krisis global. Selain itu, dengan revitalisasi, industri pupuk nasional diharapkan tetap kompetitif di tengah tantangan global.

Untuk itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan keseriusannya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani lewat strategi revitalisasi industri. Upaya ini mencakup modernisasi pabrik lama hingga pembangunan pabrik baru, dengan tujuan membuat proses produksi lebih efisien dan berkelanjutan.

Ket. Foto: Revitalisasi Industri - Pupuk Indonesia Modernisasi Pabrik Tua — Sumber: istimewa

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menuturkan, efisiensi tersebut memungkinkan perusahaan itu menekan biaya produksi sehingga harga pupuk subsidi dan nonsubsidi bagi petani tetap terjangkau. Di sisi lain, kehadiran pabrik yang modern dan andal juga dapat memperkuat kontinuitas pasokan pupuk jangka panjang, sehingga kebutuhan pupuk petani dapat terpenuhi secara konsisten.

Untuk mewujudkan manfaat tersebut secara berkelanjutan, upaya revitalisasi ini juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak. “Ke depan kami akan melakukan revitalisasi, karena pabrik-pabrik kami sudah tua. Kami sudah lama tidak melakukan pembangunan pabrik. Untuk merevitalisasi itu butuh Rp54 triliun (tetapi tetap) akan kami lakukan,” ujar di Jakarta akhir pekan lalu.

Rahmad mencontohkan, saat ini dari 15 pabrik Urea milik Pupuk Indonesia, delapan di antaranya beroperasi selama lebih dari 30 tahun. Kondisi tersebut membuat rata-rata konsumsi gas untuk memproduksi 1 ton Urea mencapai 28 MMBTU (Satu juta British Thermal Units), lebih tinggi dibandingkan standar global.

Bahkan, khusus untuk delapan pabrik berusia di atas 30 tahun, konsumsi gas rata-rata bisa mencapai 32,2 MMBTU per ton Urea. “Untuk Urea saat ini rasio konsumsi energi kami tinggi sekali, rata-rata rasio konsumsi gas itu adalah 28 MMBTU per ton Urea,” kata Rahmad.

Karena itu, revitalisasi industri pupuk menjadi langkah kunci Pupuk Indonesia menjawab tantangan kondisi pabrik yang sudah tua dan tidak efisien tersebut.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.