Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cakupan Imunisasi Campak di Sumenep Telah Melebihi Target

📅 Senin, 29 Sep 2025, 23:15 WIB | Oleh:
Cakupan Imunisasi Campak di Sumenep Telah Melebihi Target Doc: Antara
Ket. Dokumen kegiatan imunisasi campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Sumenep - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menyatakan cakupan imunisasi campak massal hingga hari ke-28 pelaksanaan di wilayah itu melebihi target sebesar 95 persen yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

"Saat ini cakupan imunisasi campak di Sumenep telah mencapai 95,8 persen. Ini melebihi target yang ditetapkan Kemenkes RI," kata Kepala Dinkes-P2KB Sumenep Ellya Fardasah di Sumenep, Jawa Timur, Senin.

Ia menjelaskan total sasaran imunisasi di Kabupaten Sumenep sebanyak 73.969 anak. Hingga 28 September 2025, jumlah anak yang diimunisasi di 26 puskesmas se-Kabupaten Sumenep telah mencapai 70.843 anak atau 95,8 persen.

Namun, sambung Elly, meski cakupan imunisasi telah melebihi target yang ditetapkan, program untuk mencegah penyebaran kasus campak itu, tetap dilanjutkan agar kasus campak di bisa ditekan dengan sempurna.

"Kami berharap imunisasi ini bisa terlaksana seratus persen. Harapan kami semua anak yang berjumlah 73.969 tersebut bisa diimunisasi semua," katanya.

Ia berharap para petugas kesehatan di Puskesmas hingga kader Posyandu untuk tetap melakukan imunisasi rutin bulanan sesuai sasaran juga bisa sesuai target.

Pihaknya mengapresiasi Puskesmas yang sudah melakukan cakupan mencapai lebih dari 95 persen, bahkan ada salah satu puskesmas yang melampaui 99 persen.

"Kami juga terus mengedukasi masyarakat, khususnya mengenai pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan campak," katanya.

Sebagai upaya untuk pencegahan penyebaran, Dinkes-P2KB Kabupaten Sumenep juga melakukan survei epidemiologi berkelanjutan dan analisis data kasus.

Penyuluhan kesehatan yang melibatkan masyarakat dan tokoh lokal, untuk meningkatkan kesadaran akan imunisasi juga terus dilakukan, termasuk melakukan tindakan preventif di wilayah berisiko tinggi dan penanganan intensif bagi kasus yang teridentifikasi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada terhadap gejala campak, dan segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala. Kesadaran dan kepatuhan terhadap program imunisasi merupakan langkah penting dalam menanggulangi wabah ini," katanya.

Dinkes Sumenep juga menyediakan nomor kontak sebagai media layanan penanggulangan campak melalui alamat surat elektronik, [email protected], dan nomor telepon selular +6878 5014 2764.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.